Pabrik Peluru Kendali dan Roket Segera Dibangun di Subang

Pabrik yang memproduksi bahan baku peluru kendali,roket, dan amunisi senjata kaliber kecil,segera dibangun. Subang Jawa Barat, adalah lokasi yang dipilih.

Guna mendorong kemandirian bangsa Indonesia,dalam memproduksi alat peralatan pertahanan dan keamanan, PT.Dahana bersama denganEurencodanRoxel France, akan membangunan pabrik propelan di Subang.

Tak tanggung-tanggung, peroyekpembangunan pabrik propelan yaitu produkbahan baku untuk membuat peluru, roket, peluru kendali(missile), propelan untuk munisi kaliber kecil, menengah dan besar itu akan di bangun di atas 50 hektar di area PT Dahana, di Subang.

Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, Silmy Karim mengatakan, pembangunan popelen ituakan memakan waktu kurang lebih empat tahun.

Dimana, katanya,proyek ini merupakan bagian dari program nasional yang ditetapkan dalam Sidang KKIP yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersamaKetua Harian KKIP Menteri PertahananPurnomo Yusgiantoro.

Program nasional KKIP in,i akan mendorong kemandirian bangsa Indonesia dalam memproduksi peralatan pertahanan dan keamanan.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman, antara PT Dahana,Roxel FrancedanEurenco, selain wujud pemerintah Indonesia dalam mendorong kemandirian industri pertahanan dan kerjasama strategis Indonesia – Perancis, merupakan wujud dari perjanjian pertahanan antara Indonesia – Perancis di bidang industri pertahanan.

Untuk MoUbusiness to business(b to b)itu,katanyaakan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama yang akan ditandatangani oleh PT Dahana,EurencodanRoxelPerancis dengan harapanground breakingakan dilaksanakan sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 5 Oktober nanti di Surabaya, Jawa-Timur .

PT Dahana

PT Dahana

“Produk yang dihasilkan nantinya diserap oleh Industri Pertahanan yang mana produk ini merupakan bahan baku untuk membuat peluru, roket, peluru kendali(missile), propelan untuk munisi kaliber kecil, menengah dan besar,” ujar Silmy Karim, seusai kujungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas) Armida S Alisjahbana keEnergetic Material Center(EMC) milik PT Dahana (Persero) di Subang. Jumat (12/9/2014).

Selanjutnya, Silmy menambahkan, pabrik propelantersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan propelan di Indonesia.

“Kami targetkankemampuanmemproduksinitrogliserinsebanyak 200 ton per tahun,Spherical powder(propelandouble baseuntuk MKK) sebanyak 400 ton per tahun, propelandouble baseroket sebanyak 80 ton per tahun dan propelan komposit sebanyak 200 ton per tahun,” paparnya.

Adapaun Eurenco, katanya, merupakan perusahaan yang mengembangkan, memproduksi dan menyediakan aneka ragam bahan energetik untuk pertahanan dan pasar komersial.

SedangkanRoxel France, sebagai perusahaan yang memiliki keahlian dalam bidang desain, pengembangan, produksi dan pemasaran motor roket dan peralatan terkait hardwaredan perangkat ledak untuk semua jenis misil taktis, roket,guided airbone bombs,tactical or cruise weaponsmengintegrasikan motor roket propelan padat, ramjet dan teknologi sensitif mesiu.

Untuk PT Dahana (Persero), kata tambah jelas Silmy, sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri bahan peledak.

“Dimana bersama denganEurencosertaRoxel Francetelah berkomitmen untuk saling membantu dan mendukung pemerintah RI dalam mempersiapkan pabrik propelan danspherical powdersdi Indonesia,” katanya. (Inilah)

  • bukannya udah dibangun min .. pabrik peluru dan bom di Subang ?.