Wacana Pembentukan BPBD Subang Kembali Menguat

Wacana pembentukan Badan Pe­nanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang kembali menguat. Hal ini terlontar dalam acara pertemuan antara anggota DPRD Subang yang baru dengan para pejabat Pemkab Subang di pendopo Bupati Subang, Senin (8/9/2014).

Salah satu anggota dewan yang mendorong hal ini adalah Agus Masykur Rosyadi dari Partai Keadilan Sejahtera. Menurutnya, pembentukan BPBD ini harus sesegera mungkin mengingat Kabupaten Subang yang rawan bencana.

“Kabupaten Subang termasuk daerah rawan bencana dan hingga kini pembentukan BPBD terus ter­tunda-tunda. Pada tahun mendatang harus ada dan menjadi har­ga mati,” kata anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera, Agus Masykur Rosyadi.

Agus mengatakan, bila telah terbentuk BPBD penanganan bencana banjir yang sering terjadi dan bencana lainnya akan dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi. Ia mencontohkan penanganan banjir  di pantura awal tahun lalu yang tidak berjalan efektif dan tampak kurang koordinasi di lapangan tanpa adanya BPBD.

Banjir mulai surut, Jalan menuju ke Pondok Bali masih terendam 30 cm, sebelumnya ketinggian air mencapai 2 meter (22/1/2014)

Banjir mulai surut, Jalan menuju ke Pondok Bali masih terendam 30 cm, sebelumnya ketinggian air mencapai 2 meter (22/1/2014)

“Dengan adanya BPBD penanganan ben­cana tidak saja dilakukan pada kejadian, tapi akan dilakukan pra dan pascabencana,”ungkapnya.

Tidak adanya BPBD di Subang juga menyebabkan penanganan bencana di Su­bang dinilai lebih rumit dan sulit, karena  BPBD provinsi terkendala aturan pemerintah yang hanya memperbolehkan pe­nyaluran bantuan melalui lembaga sejenis di daerah.

“BPBD tidak bisa menyalurkan asal-asalan, ha­rus ke BPBD lagi dan ini jangan sam­pai terjadi lagi di Subang,” kata Agus.

Sementara itu bupati Subang Ojang Sohandi mengatakan pembentukan BPBD masih terkendala perampingan OPD terkait. Namun menurutnya pada saatnya nanti BPBD akan segera dibentuk.

“Memang seperti mudah mengubah satu dinas atau menyatu­kannya. Ini sedang dirumuskan oleh asisten dan bagian organi­sasi,” tegas Ojang.