Abrasi Tinggi, Pemkab Kaji Kelayakan Pondok Bali Sebagai Objek Wisata

Sekitar tahun 80-an  hingga 90-an pantai Pondok Bali merupakan objek wisata favorit warga Subang dan sekitarnya. Setiap akhir pekan atau musim liburan tempat parkir objek wisata ini kadang tak mampu menampung kendaraan karena membludaknya pengunjung yang datang. Ketika itu pengunjungnya bukan hanya berasal dari Subang saja tapi juga berasal dari luar kota seperti Indramayu, Karawang, Bandung dan kota lainnya. (baca juga : Pantai Pondok Bali dan Legenda Para Wali)

Hingga pada akhir 90-an abrasi mulai menggerus primadona wisata di pantura Subang tersebut. Perlahan-lahan wilayah pantainya hilang sebagian. Kemudian abrasi ini semakin parah, merendam akses jalan untuk menuju ke sana hingga menimbulkan kerusakan jalan yang parah dan bertahun-tahun tak diperbaiki.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Subang, Asep Nuroni mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan kajian mengenai objek wisata tersebut.

pondok bali subang 1

“Kemarin pengelola objek wisata Pondok Bali ini baru saja habis kontraknya, sekarang melihat perkembangan terus terjadinya penyusutan atau abrasi pantai yang tinggi, kami akan lakukan kajian dulu apakah objek wisata ini masih bisa dikembangkan kembali atau tidak,” ungkap Asep Nuroni kepada wartawan, Minggu (7/9/2014 ).

Asep mengungkapkan, pihaknya akan menggunakan pihak ketiga yang lebih kompeten untuk melakukan kajian ini. Menurutnya, kajian ini penting untuk mengukur untung ruginya pengembangan objek wisata ini. Apabila hasil kajiannya menyatakan masih bisa dikembangkan maka baik Pemkab maupun perusahaan pengelola objek wisata ini akan sama-sama memperoleh keuntungan.

“Kami akan gunakan pihak lain yang lebih ahli untuk melakukan kajian ini. Dengan hasil kajian tersebut akan bisa terukur  objek wisata itu akan menguntungkan atau tidak dan resikonya seperti apa, sehingga pengelola nantinya tidak mengalami kerugian,” lanjut Asep.

Asep menambahkan kajian ini bukan hanya dilakukan untuk objek wisata Pondok Bali saja, objek wisata manapun yang akan dikembangkan akan melalui tahap yang sama.  Dengan demikian nantinya perusahaan yang akan mengelola objek wisata tersebut memperoleh kejelasan dan bisa menentukan nilai kontrak yang berani mereka ajukan ke Pemkab untuk mengelola tempat wisata tersebut.

“Untuk Pondok Bali, mudah-mudahan hasil kajiannya segera selesai,” pungkasnya.