Tiga Negara Asing Akan Mencontoh Pola Jamban di Subang

KOTASUBANG.com, Serang Panjang – Dalam rangkaian studi banding mengenai sanitasi ke Kabupaten Subang, 3 negara yaitu Laos, Filipina dan Pakistan mengunjungi desa Ponggang, kecamatan Serang Panjang, selasa 2/9/2014. Disana mereka melihat dan sekaligus akan mencontoh pembuatan jamban sehat sederhana yang diterapkan di desa Ponggang.

Camat Serangpanjang, Udin Zajudin, yang menyambut tamu negara ini mengaku dirinya sangat bangga karena wilayah kerjanya kedatangan tamu dari negara asing.

“Terus terang kami bangga, kecamatan kami akan dijadikan contoh di negara tersebut,” paparnya, Selasa (2/9/2014).

Menurut Udin wilayahnya saat ini menjadi salah satu kecamatan peraih Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari warga buang air sembarangan.

“Dari 6 desa sudah 5 desa yang masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat atau open defecation free (ODF),” katanya.

Seorang nenek di Serang Panjang menerima hibah Jamban Sehat. Disampingnya, pak Warga pencipta jamban sehat Sederhana. (Foto : Adriarani)

Seorang nenek di Serang Panjang menerima hibah Jamban Sehat. Disampingnya, pak Warga pencipta jamban sehat Sederhana. (Foto : Adriarani)

Salah seorang inisiator sekaligus pencipta jamban sehat sehat sederhana ternyata berasal dari desa Ponggang. Warga atau akrab dipanggil Edo menciptakan jamban sederhana yang diberinama Sampo-SS (Sanitani Ponggang Serangpanjang Subang). Karena keberhasilannya Edo sering menjadi tutor untuk pembangunan jamban sehat sederhana diberbagai tempat di Indonesia.

Para tamu negara ini pun terlihat kagum dan berniat menerapkan jamban sederhana ini dinegaranya.

“Ini sangat baik dan akan dibawa serta dijadikan referensi ke negaranya masing-masing yang masih jelek sanitasinya, “kata Smith dari UNISEF yang mendampingi para tamu dari 3 negara tersebut.

Semenentara itu Kepala Dinas Kesehatan Kab. Subang dr.H.Budi melalui Kasi Hygenis Sanitasi, Encep Kamaludin, SKM mengatakan, saat ini Kabupaten Subang mendapat penilain kedua se Jawa Barat terkait ODF. Namun demikian, sejak dicanangkan pada tahun 2009 dari 253 desa dan kelurahan, baru 95 desa saja yang menjadi daerah ODF. Dinas Kesehatan menargetkan pada tahun mendatang 80 % desa dan kelurahan sudah jadi ODF.