Tiga Negara Lakukan Studi Banding ke Subang

Tiga negara Asia yaitu Filipina, Laos dan Pakistan melakukan studi banding mengenai sanitasi ke Subang, senin 1/9/2014. Mereka berniat mencontoh sistem sanitasi berbasis masyarakat (STBM) dan pembuatan jamban rumahan yang diterapkan di Subang. Ada tiga titik yang dikunjungi yakni kantor Desa Ciater, SDN Ciater serta Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang.

Bupati Subang Ojang Sohandi langsung menyambut para tamu tersebut. Dalam sambutannya Bupati mengatakan Pemkab Subang sangat bangga adanya kunjungan dari tiga negara tersebut. Menurutnya, program nasional STBM diakui berhasil dalam menangani sanitasi lingkungan di masyarakat sehingga dapat perhatian serius dari negara lain.

Bupati menjelaskan STBM merupakan salah satu bagian perwujudan Gapura Serasi, yaitu sehat, rapih, bersih dan indah. Progam itu telah dicanangkan oleh Pemkab Subang mengacu pada Permenkes RI Nomor 3 Tahun 2104 tentang STBM.

“Kunjungan ini merupakan motivasi bagi seluruh pihak. Agar kedepannya bisa lebih baik lagi dan fokus dalam bekerja.” Kata Ojang dalam sambutannya.

“Karena kinerja yang baik hasilnya bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Subang, melainkan bisa dijadikan percontohan bagi negara lain,” lanjutnya.

Seorang nenek di Serang Panjang menerima hibah Jamban Sehat. Disampingnya, pak Warga pencipta jamban sehat Sederhana. (Foto : Adriarani)

Seorang nenek di Serang Panjang menerima hibah jamban sehat. Disampingnya, pak Warga pencipta jamban sehat sederhana. (Foto : Adriarani)

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan H Budi Subiantoro mengaku hingga kini pihaknya terus melakukan sosialisasi ke 30 kecamatan yang ada. Bahkan kata Budi, kategori kecamatan terbaik dala program STBM setelah didekalrasikan tahun 2009 dan 2010 lalu diraih Kecamatan Jalancagak dan Ciater.

“Artinya kedua kecamatan ini sudah menjalankan lima pilar yang ada di STBM, yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum/makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga,” papar Budi.

“Kita komitmen untuk kedepan dengan anggaran yang terbatas. Seluruh kecamatan yang lainnya di Kabupaten Subang harus melaksanakan STBM dengan baik,” pungkasnya.