Seluruh Kades di Subang Ke Pulau Bali

Sellogo subanguruh Kepala desa (kades) di Kabupaten Subang saat ini jalan-jalan ke pulau Bali.

Menurut informasi yang dihimpun INILAH.COM, 245 kepala Desa yang berada di Kabupaten Subang tersebut berangkat ke Pulau Dewata sejak Jumat (29/8) dan rencananya akan kembali pada Rabu (3/9).

Salah seorang warga asal Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng, Wawan Setiawan mengatakan keberangkatan kades membuat pelayanan publik terganggu. Warga tak bisa mengurus pembuatan surat-surat seperti surat pengantar untuk pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat pengantar nikah, KTP sementara maupun surat keterangan domisili.

“Sudah beberapa hari ini di desa saya pelayanan publik terganggu. Banyak anak muda yang akan membuat surat pengantar SKCK terganggu, bahkan yang lebih fatal yang mau nikah bisa batal, karena tanda tangan kades untuk surat adon nikah tidak bisa diwakili,” kata Wawan Setiawan, Senin (1/9).

Wawan juga menyesalkan studi banding kenapa harus ke Bali. Menurutnya Bali tempat orang jalan-jalan bukan studi banding.

“Setahu saya Bali itu tempat jalan-jalan. Kalau studi banding itu terlalu mengada-ngada,” tuturnya.

Warga asal Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden, Tatang menambahkan saat ini pelayanan publik di desanya terganggu seperti halnya didesa-desa lainnya. Bahkan beberapa surat yang membutuhkan tanda tangan kades terpaksa harus dibatalkan.

“Beberapa surat ada yang bisa diwakili oleh sekdes. Tapi ada yang tidak bisa, dan saya berharap untuk ke depannya kalau studi banding ya jangan jauh-jauh dan waktunya jangan terlalu lama,” katanya.

Untuk anggaran keberangkatan kades se-Kabupaten Subang juga dipertanyakannya. Untuk studi banding ke Bali pasti membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Pasti anggarannya besar. Menurut saya studi banding silakan-silakan saja, tapi tempatnya yang berkopentenlah, jangan terkesan seperti liburan, karena Bali sudah terkenalnya sebangai tempat liburan,” tuturnya.

Asisten Daerah (Asda) I Pemkab Subang, Cecep Supriatin membantah jika seluruh kepala Desa ke pulau Dewata untuk jalan-jalan, tapi untuk studi banding. Rencananya studi banding tersebut berakhir pada Rabu (3/9).

“Iya, memang seluruh kades kecuali lurah saat ini sedang melakukan studi banding ke Bali, bukan jalan-jalan, untuk pembiayaanya itu diambil dari anggaran iuran kades bukan dari pemkab Subang,” katanya.

Cecep menegaskan, pemkab Subang tidak ikut campur dalam melakukan pembiayaan studi banding tersebut. Semua biaya ditanggung oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang merupakan dana iuran.

“Studi bandingnya mengunjungi desa yang menjadi juara tingkat nasional di sana. Kita tegaskan itu acaranya Apdesi bukan acara pemkab, jadi anggarannya bukan dari pemkab, anggarannya dikumpulkan melalui iuran,” pungkasnya. (Inilah)