Bubuy Hayam Ma Atik, Kuliner Subang Cita Rasa Warisan Leluhur

Tatar parahyangan memang dikenal dengan berbagai kuliner warisan leluhur yang khas termasuk berbagai olahan ayam. Sebut saja ayam goreng, ayam bakar, bakakak hayam, pais hayam dan olahan ayam lainnya. Tapi pernahkah anda mendengar bubuy hayam?

Bubuy  hayam adalah olahan daging ayam yang dimasak dengan memendam daging ayam ke dalam bara. Proses ini sebenarnya umum dilakukan untuk memasak umbi-umbian, namun sangat jarang dilakukan untuk memasak olahan lainnya, apalagi ayam. Subang,  mungkin satu-satunya tempat  di mana olahan bubuy hayam ini dapat Anda cicipi.

Adalah Reynard Smara Maharddhika, pria asal Subang ini mencoba membangkitkan kembali kuliner tradisional ini, melalui bubuy hayam kampung khas buatannya, yang diberi trade mark D’bubuy  Ma’ Atik. Ma’ Atik adalah nama orang tuanya yang memiliki resep bubuy hayam ini.

“Proses memasak seperti itu (bubuy) sebenarnya biasa di kampung-kampung di tanah priangan, biasanya bahan makanan dibungkus daun pisang kemudian di simpan di dalam abu tungku.” kata pria yang akrab dipanggil Eenk ini.

“Nah, waktu kecil saya pernah coba membuat bubuy ikan dengan dipendam di dalam bara sekam, dan rasanya enak”, ujarnya.

Kini ia membuat bubuy hayam kampung dipadukan dengan resep bumbu racikan khas warisan orangtuanya. Daging ayam yang telah dibersihkan dan dibumbui ia bungkus dengan daun pisang kemudian dipendam dalam bara sekam selama 6 jam. Proses memasak dengan cara tradisional yang ia pertahankan ini membuat cita rasa bubuy hayam buatannya terjaga.

dbubuy-ma-atik

Lamanya proses memasak ini membuat tekstur daging ayamnya menjadi lembut dan bumbunya meresap.

“Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama, tapi kualitas rasa yang diperoleh terjamin. Pernah saya coba ayamnya dibungkus pakai alumnium foil, ayamnya bisa matang cuma dalam waktu 4 jam, tapi cita rasanya beda,”  jelas pria yang hobi memasak ini.

Penggunaan daun pisang ternyata menimbulkan aroma tersendiri. Menurut Eenk biasanya suka ada daun pisang yang sedikit terbakar hingga ke kulit ayamnya, justru bagian yang sedikit terbakar inilah yang kemudian memberi aroma khas.

“Aroma khas ini tak bisa kita peroleh jika memasak dengan oven, harus pakai daun pisang dan dipendam dalam bara sekam,” jelasnya.

Ari, salah seorang pelanggan bubuy hayam Ma’ Atik mengungkapkan, rasa dan aromanya yang khas membuatnya ketagihan untuk mencicipi bubuy hayam ini.

“Bubuy hayam ini tekstur dagingnya beda dengan pepes ayam biasa, dagingnya lebih empuk,” kata Ari

“Selain itu aromanya kuat dan rasa bumbunya meresap, apalagi ditambah sambelnya, terasa pas banget,” lanjutnya.

Untuk sementara D’bubuy Ma’Atik hanya menyediakan bubuy ayam kampung, ke depan Eenk berencana membuat bubuy Entog dan Bebek.

Kini bubuy hayam Ma’ Atik buatan Eenk sudah mulai dikenal, bahkan hingga ke luar kota. Jika Anda hendak mecicipinya, pastikan Anda memesannya beberapa hari sebelumnya, karena selain proses memasaknya lama juga banyak pelanggan yang sudah mengantre. Untuk pemesanan bisa menghubungi 0821 3931 8876 atau BBM 57607D56.

  • Apal pisan yeuh, pernah ngaraosan bubuy hayam ma Atik garapan kang Reynard ‘Eenk’

  • imam aryanto

    Kita pernah makan bubuy ayam ma atik zubang sangat enak dan atmosfir yg berbeda dng di restorant serasa makan di rumah sendiri