Lagi, Warga Hentikan Paksa Truk Pengangkut Pasir di Dawuan

KOTASUBANG.com, Dawuan – Kesal dengan kondisi jalan desa yang kian rusak, hari ini Selasa 19 Agustus 2014 ratusan warga desa Cisampih, Kecamatan Dawuan turun ke jalan. Mereka menghentikan paksa belasan truk pengangkut pasir yang dianggap telah merusak kondisi jalan desa.

Selain aksi penghentian truk pasir warga Cisampih juga menggelar aksi tandatangan sebagai dukungan penghentian aktivitas galian C di lingkungan mereka. Perusahan galian C penambangan pasir inilah yang ditengarai sebagai perusak jalan dan lingkungan di sekitar Dawuan.

“Setiap hari jalan desa Ciampih dilewati lebih dari 100 truk pengangkut pasir, akibatnya sudah lebih dari 5 tahun jalan desa Cisampih – Dawuan hancur parah,” ujar Khada warga Cisampih.

Tandatangan warga Cisampih menuntut penghentian aktivitas galian C (19/08/2014)
Tandatangan warga Cisampih menuntut penghentian aktivitas galian C (19/08/2014)
Warga Cisampih, aparat pemerintah dan pengusaha pasir bernegosiasi di kantor Kepala Desa Cisampih
Warga Cisampih, aparat pemerintah dan pengusaha pasir bernegosiasi di kantor Kepala Desa Cisampih

Saat ini warga masyarakat, pengusaha galian C, aparat pemerintah disaksikan aparat kepolisian tengah bernegosiasi mencari jalan keluar permasalahan ini.

Sebelumnya beberapa bulan lalu warga Kampung Sukajaya, Dawuan Kidul yang berada di jalur jalan yang sama juga melakukan aksi serupa. Pada waktu itu telah disepakati kendaraan pengangkut pasir hanya diperbolehkan truk berjenis engkel dan tidak lagi diperbolehkan truk yang lebih besar dari itu.

Namun ternyata beberapa kali kesepakatan tersebut dilanggar, warga Dawuan Kidul sempat beberapa kali mendapati truk berukuran besar masih digunakan mengangkut pasir. Hal ini kemudian dilaporkan warga Dawuan ke polsek Kalijati.

Jalan desa Dawuan – Cisampih merupakan jalur menuju lokasi wisata pemandian air panas Batu Kapur, namun karena kondisi jalan yang rusak parah kini lokasi wisata tersebut sepi pengunjung.

Berita Terkait: