Pedagang Bendera Asal Garut Ramaikan Penjuru Kota Subang

Foto : Inilah

Pedagang bendera merah putih dan berbagai jenis atributnya akhir-akhir ini semakin marak di Kabupaten Subang. Hampir semua pedagang yang berjualan mereka berasal dari Kabupaten Garut, mereka mengeluh karena penjualan masih sepi, belum juga ada tanda-tanda peningkatan.

Para pedagang bendera merah putih dengan berbagai jenis kelengkapannya dalam sepekan terakhir sudah meramaikan Subang Kota. Mereka mangkal di sejumlah lokasi strategis, di pinggiran jalan pusat kota Kabupaten Subang, seperti jalan Mayjen Soetoyo Subang, dan S. Parman.

Informasi dari pedagang, sedikitnya ada lima puluh pedagang asal garut yang berjualan di Subang. Barang-barang yang mereka jual juga semuanya buatan konveksi di Garut.

“Pedagang bendera di Subang, tahun ini tambah banyak, memang lokasinya menyebar. Mungkin ada lima puluh orang, semuanya dari Garut,” kata Ramlan (50) pedagang yang mangkal di Jalan Mayjen Sutoyo Subang, asal Kecamatan Leles Kabupaten Garut.

Dia mengatakan dirinya sudah rutin jualan di Kabupaten Subang setiap tahun. Hingga saat ini sudah seminggu tinggal dan berjualan di Subang.

Sedangkan barang dagangan yang jual, mulai bendera berbagai ukuran, umbul-umbul serta atribut lainn, semuanya produksi home industri konveksi di Garut.

“Saya sudah seminggu di Subang, jualan sampai peringatan kemerdekaan Agustusan nanti berakhir,” katanya.

Foto : Inilah
Foto : Inilah

Hal sama dikatakan Deden pedagang lainnya. Dia mengatakan harga jual dagangannya bervariasi, tergantung ukuran, dan modelnya. Namun rata-rata harga jualnya antara Rp 5.000 sampai Rp 50.000. Misalnya, bendera kecil dijual Rp 5.000 dan ukuran sedang Rp 10.000 – Rp 20.000, serta umbul-umbul antara Rp 30.000 – Rp 50.000.

Keduanya mengaku pengalaman tahun lalu hasil penjualan menggembirakan, tetapi tak menjelaskan nilai keuntungan. Mereka hanya mengatakan tahun lalu barang dagangnya bisa habis semua. Namun kondisi tahun ini berbeda, penjualan masih sepi sehingga pesimis dagangnya bisa habis.

“Pembeli tiap hari ada, tapi masih sedikit paling dua tiga orang. Biasanya penjualan akan melonjak mulai 9 Agustus, tetapi tak tahu tahun ini. Soalnya sekarang penjual bendera tambah banyak, sedangkan pembeli masih tetap. Kalau keuntungan pasti ada, tapi sepertinya tak akan sebagus tahun lalu,” ujar Ramlan. (PR)

Berita Terkait: