Ponpes Darul Falah Cisalak, Tempat “Rehabilitasi” Akhlak

Suasana pedesaan yang khas dengan sawah, perkebunan dan gunung Canggah menjadi latar belakang Pondok Pesantren Darul Falah, Cisalak Subang. Lingkungan perkampungan yang asri tersebut sangat kondusif untuk menempa anak didik.

Terletak di jalan Cimanggu, kampung Patrol, kecamatan Cisalak Ponpes Darul Falah bisa menjadi pilihan untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dengan bekal ilmu dan akhlak yang baik.

Ilmu agama yang diajarkan di Ponpes Darul Falah dipadukan dengan pendidikan formal di SMP NU Darul Falah dan SMK NU Darul Falah. Selain itu Ponpes ini juga membuka pendidikan TK/RA untuk anak-anak sekitar Ponpes.

Sejak didirikan beberapa tahun lalu, pondok pesantren ini telah memiliki banyak lulusan, bukan hanya dari masyarakat sekitar atau warga Subang saja, para santri yang belajar disini ada juga yang berasal dari luar daerah seperti Bandung dan Bogor.

subang1

“Para santri di sini bukan hanya warga sini, banyak juga yang berasal dari luar kota seperti Bandung dan Bogor,“ ungkap Ustad Ridwan Hartiwan, pendiri ponpes Darul Falah.

“Beberapa dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu, ada juga para orang tua yang menitipkan anaknya karena dianggap “nakal” dirumah,” lanjutnya.

Pesantren ini memang telah memiliki reputasi yang baik karena dianggap berhasil “merehabilitasi” anak-anak didik yang dianggap “nakal” oleh orang tuanya. Sikap dan pola pendidikan yang di terapkan Pones Darul Falah sangat simple dan tidak memaksa. Menurut ustad Ridwan, dengan berbagai pendekatan kepada santri, terbukti kesadaran santri akan tumbuh dengan sendirinya.

Kegiatan konseling dengan orang tua santri menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan di Ponpes Darul Falah. Hal ini menjadi salah satu agenda penting, karena keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh pesantren sebagai lembaga, tetapi juga oleh pengawasan dan tentunya doa dari orang tua santri itu sendiri.

Konseling ini menjadi semacam evaluasi bersama antara pengajar dan orang tua dengan santri. Dari hasil evaluasi tersebut kemudian akan dicari jalan pemecahannya jika ada masalah, misalkan jika anaknya masih dianggap “nakal” maka dicari pendekatan lain.

Ke depan Ustad Ridwan Hartiwan bercita-cita membangun pesantren yang nyaman, membuat para santrinya merasa dirumahnya sendiri sehingga betah berada di pondok.

“Saya ingin pesantren itu menjadi rumah kedua bagi para santri,” pungkasnya.