Pinadrink, Minuman Sari Buah Nanas Khas Subang

Banyak pelaku usaha yang sukses menjalankan bisnis minuman sari buah secara mandiri. Salah satu kuncinya adalah pintar menggali potensi buah-buahan lokal. Hal inilah yang dilakukan oleh pemilik Pinadrink, Andini dan Riszki. Dua Mahasiswa Institut Teknologi Bandung ini memproduksi minuman sehat dari buah nanas sejak tahun lalu.

Ketertarikan Andiri dan Riszka dimulai kala mereka menyambangi daerah penghasil buah nanas yaitu Subang, Jawa Barat. “Kami melihat ada sekitar ¼ hasil petani nanas tidak bisa dimanfaatkan karena bentuknya terlalu kecil. Nanas-nanas tersebut terbuang dengan percuma. Kami tertarik untuk mengolahnya,” kata Andini.

Setelah mencari referensi dari berbagai sumber, mereka memilih minuman sari buah. Menurut mereka, nanas biasanya diolah menjadi wajik, dodol, ataupun selai.

Andini menambahkan karakter nanas Subang yang lembut dan mengandung banyak sangat cocok dibuat menjadi minuman. “Nanas Subang juga memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga rasanya manis. Kami tak perlu menambahkan gula terlalu banyak,” katanya.

pinadrink1

Harga Pinadrink terbilang murah yaitu hanya Rp6.000 per botol. Kemasan yang tersedia saat ini baru satu kemasan yaitu 300ml.

Kendati usaha ini baru dirintis, produk Pinadrink sudah mendapat pengakuan dari masyarakat. Andini dan Riszka pun makin giat memproduksi dan memasarkan minuman sari buah nanas nan menyegarkan ini.

“Tujuan kami bukan bisnis. Selain menjadikan produk ini sebagai produk oleh-oleh khas Subang, kami juga ingin meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Andini.

Produk Pinadrink kini sudah beredar di Bandung dan Subang. Ke depannya, mereka ingin memperluas pasar ke kota-kota besar. Salah satunya Jakarta.

Proses produksi minuman sari buah nanas terbilang mudah. Setelah mendapat nanas dari petani, mereka mengupas kulit nanas dan membersihkannya.

Tahap selanjutnya, para pekerja mengukus nanas untuk menghilangkan getah. Sesudah itu, mereka menggunakan mesin juicer yang bisa memisahkan sari buah dan ampas. Lebih lanjut, Andini dan Riszka menambahkan gula asli agar minuman terasa manis.

Andini menuturkan satu kuintal nanas bisa menghasilkan 280 botol Pinadrink. kapasitas produksi minuman sari buah nanas ini mencapai 2.800—3.000 botol per bulan.

Cairan sari buah nanas ini lantas dikemas di botol plastik berukuran 330ml. Kendati banyak orang menyukai sari Pinadrink, ada konsumen yang memberi masukan. “Banyak konsumen yang menganjurkan kami untuk memperbaiki tampilan kemasan. Kami sangat mengapresiasi hal ini karena menunjukkan kalau konsumen mendukung kami untuk maju,” kata Riszka.

Dua orang ini tak bekerja sendirian. Mereka dibantu oleh para ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Subang, Jawa Barat. Jumlah ibu-ibu yang diberdayakan mencapai 28 orang.
Ketika ditanya soal peluang bisnis, Andini dan Riszka sepakat bahwa jumlah orang yang mengonsumsi minuman sari buah akan terus meningkat.

“Saat ini banyak brand besar yang mengeluarkan jenis minuman dari buah-buahan dan mengusung tema gaya hidup sehat. Ini artinya peminatnya makin banyak. Makanya, kami sangat antusias untuk ikut bersaing secara sehat.” (Bisnis Indonesia)

Berita Terkait: