Subang Raih Penghargaan Status Lingkungan Hidup Terbaik

Kabupaten Subang mendapat penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah terbaik antar kota/kabupaten di Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Piala yang diterima dari kementrian LH itu, Rabu (11/6/2014) diserahkan Bupati Subang Ojang Sohandi kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup Subang H. Aminudin, pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, di Hutan Kota Kabupaten Subang.

Selain itu bupati juga menyerahkan penghargaan kepada beberapa perusahaan dan sekolah yang berwawasan lingkungan, hasil penilaian BLH Subang.

Setelah itu dilanjutkan dengan menanam pohon ki tableg yang merupakan khas Subang di areal hutan kota. Peringatan hari LH tersebut dimeriahkan pula dengan menampilkan kesenian gemyung dari Dangiang Dongdo.

“Kami bersyukur bisa mendapat penghargaan SLHD dari kementrian LH, tapi sedih juga soalnya tak bisa mendapat adipura. Tapi Insya Allah, tahun depan tentunya bila didukung semua pihak terkait, termasuk masalah Tempat Pembuangan Akhir Sampah Panembong bisa selesai, kami optimis bisa meraih Adipura,” ujarnya.

Dikatakan Aminudin, bertepatan dengan peringatan Hari LH ini pihaknya memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berwawasan lingkungan dan sekolah berbudaya lingkungan.

“Kami melakukan inspeksi mendadak ke berbagai perusahaan dan sekolah, hasilnya yang memenuhi syarat kami berikan penghargaan hari ini,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunakan Kabupaten Subang, Ading Suherman mengatakan di Jabar tidak semua daerah memiliki hutan kota, sehingga Subang berbangga karena masuk ke tiga daerah yang memilliki hutan kota.

“Di Jabar, daerah yang mempunyai hutan kota hanya ada tiga, yaitu Subang, Kuningan, dan Sumedang. Kami siap membantu menyiapkan bibit pohon, bila ada kecamatan atau desa yang akan membuat hutan desa. Sebab fungsi hutan kota cukup banyak termasuk dijadikan wisata alam,” ujarnya.

Dia mengatakan hutan kota milik yang sudah mendapat SK luasnya mencapai 13 ribu hektar. Saat ini tercatat ada sebanyak 7.524 pohon, dan sudah dilengkapi dengan joging track sepanjang 800 meter sehingga bisa dijadikan area rekreasi maupun olah raga. “Di sini juga ada sumber mata air untuk kebutuhan masyarakat Subang,” ujarnya.

Dikatakan Ading, pihaknya sedang berupaya untuk memperluas area hutan kota, saat ini bersama DPPKAD dengan melakukan pendataan. Rencananya akan menata bumi perkemahan supaya bisa dikelola dan menjadi bagian hutan kota, luas bupernya mencapai 81 hektare.

“Banyak tanah buper, dan hutan kota pemilik atau pengelolanya diluar daerah. Sekarang sedang kami usahakan supaya bisa dikelola lagi,” ujarnya.

Dikatakanya berbagai upaya terus dilakukan untuk melindungi hutan kota, termasuk jenis flora dan faunanya. “Sekarang sedang ditertibkan pengelola hutan kota, diluar hutbun. Pengukuran sedang dilakukan untuk adiministrasinya,” ujarnya. (Pikiran Rakyat)

Hutan Kota Ranggawulung, Subang

Hutan Kota Ranggawulung, Subang