Subang Bangun Gapura Khas di Setiap Kantor

Prototipe Gapura Subang

Prototipe Gapura Subang

Ajang pawai alegoris HUT Subang ke-66 yang di gelar Rabu, 2 April 2014 kemarin dimanfaatkan oleh Dinas Tata Ruang, Pemukiman dan Kebersihan Kabupaten Subang untuk memperkenalkan prototype gapura berciri khas Subang dan Jawa Barat.

Dalam pawai tersebut rombongan Distarkimsih membawa mobil hias berbentuk gapura yang nantinya akan dibangun terutama di kantor-kantor pemerintahan, sehingga nantinya gapura semua instansi di Subang akan terlihat seragam.

Menurut Kepala Dinas Tata Ruang, Permukiman dan Kebersihan Sumasna, bentuk gapura tersebut sudah disetujui bupati dan rencananya mulai tahun ini di bangun di kantor-kantor pemerintahan.

“Diharapkan mulai tahun 2014 ini pembangunan gapura untuk kantor dinas/instansi dapat dilaksanakan,” ungkap Sumasna.

Konsep dasar dari bentuk gapura yang akan dibuat merupakan gabungan dan serapan dari berbagai bentuk, nilai dan kebudayaan yang sudah ada dan dikenal baik oleh masyarakat Subang dan Jawa Barat pada umumnya. Bentuk miniatur tugu padi dan leuit menjadi ciri khas utama gapura Subang ini. Tugu padi merupakan salah satu ikon kabupaten Subang sementara leuit (lumbung padi) adalah simbol kedaulatan pangan masyarakat Jawa Barat, keduanya melambangkan Subang sebagi daerah agraris.gapura subang 3

Betuk tugu padi dan leuit tersebut diletakkan pada 3 buah tatakan berbentuk segi lima (melambangkan Pancasila). Tiga buah tatakan yang tersusun vertikal tersebut melambangkan pesisir pantai, dataran rendah dan pegunungan yang merupakan topografi utama Kabupaten Subang.

Kemudian dibawahnya berupa empat kolom yang megapit kolom yang lebih besar dan diberi lapisan batu alam yang mewakili potensi Kabupaten Subang berupa kekayaan alam, sumber daya manuasia dan budaya daerah. Bagian dasar pilar ini dibagi menjadi 3 tahap melambangkan unsur pemerintah, masyarakat umum dan pengusaha.

Bentuk gapura yang baru ini rencananya hanya akan diterapkan di kantor-kantor pemerintahan saja, sementara untuk penanda batas wilayah Kabupaten belum direncanakan.

“Sementara penerapan bentuk gapura baru ini hanya untuk gerbang kantor, sedangkan untuk tugu batas Kabupaten belum kami bicarakan,” kata Sumasna.