Prosesi Pernikahan Adat Keraton Digelar di Subang

Minggu 26/1/2014, jalanan kota Subang tiba-tiba macet, sore itu ribuan warga menyemut di beberapa ruas jalan menyaksikan pawai budaya bertajuk ngarak panganten. Arak-arakan dimulai dari halaman kantor Bupati Subang melalui Jalan S. Parman – Ade Irma Suryani – Blok Jagal – Suprapto – Gofarana dan berakhir di halaman kantor Bupati Subang kembali.

Selain mengarak panganten sunda dengan kereta kencana, arak-arakan dimeriahkan oleh marchingband SMKN 2 Subang, Sisingaan titinggi, rudat jamparing, kampung adat banceuy dan gelar prajurit Sumedang Larang.

Menurut salah seorang panitia, gelaran budaya ini sebenarnya merupakan salah satu rangkaian dari prosesi pernikahan yang digelar sejak hari sebelumnya.

“Sebenarnya acara nikahan, akadnya kemarin di Ciater. Suaminya orang Jakarta, tapi kalau istrinya orang Subang,” kata salah seorang panitia.

Gelaran budaya ini dilanjutkan dengan pesta kembang api dan pagelaran wayang golek semalam suntuk dengan dalang Asep Sunandar Sunarya di alun-alun Subang.

Masyarakat Subang mengaku terhibur dengan adanya acara tersebut dan berharap gelaran budaya seperti arak-arakan seni sering digelar di Subang.

“Harusnya acara karnaval ulang tahun Subang kontennya seperti ini, banyak budaya tradisinya yang ditampilkan, ” kata Wisnu salah seorang warga yang menyaksikan arak-arakan.

Namun sebagian masyarakat lainnya menyayangkan kemeriahan acara ini berlangsung ditengah penderitaan masyarakat pantura yang terkena bencana banjir.

nikahan-adat-sunda-subang-mewah

pawai-budaya-subang1

adat-karnaval

adat-banceuy-subang-carnival

banceuy-subang-adat-sunda

tutunggulan-banceuy-subang

sisingaan-subang

 

Berita Terkait: