Agar Tak Diklaim Daerah Lain, Karya Budaya Subang Harus Diinventarisir dan Didaftarkan WBTB

KOTASUBANG.com, Subang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang menggelar Seminar Karya Budaya WBTB  (Warisan Budaya Tak Benda) di Gedung Pusat Kebudayaan (26-29/10/2021). Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari ISBI Bandung Dr. Lili Suparli dan Dr. Suhendi Afryanto.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Suhendi mengungkapkan pentingnya inventarisasi karya budaya Kabupaten Subang.

“Tradisi lisan, seni pertunjukan, situs, perayaan adat, memelihara alam, kerajinan tradisional, keterampilan tradisional harus diinventarisir sebagai warisan yang akan menjadi kebanggaan suatu daerah,” katanya.

Subang kata Suhendi memiliki banyak bentuk budaya dan kekayaan budaya ini harus didaftarkan WBTB sebagai identitas kebudayaan suatu daerah.

“Kalau tidak mengusulkan menjadi WBTB, bisa saja kekayaan budaya kita diklaim oleh daerah lain,” ujarnya.

Dr. Lili Suparli menambahkan dalam pendaftaran WBTB, harus dapat dideskripsikan dengan jelas karya budaya tersebut meliputi estetika, sejarah dan eksistensinya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang Tatang Komara menyampaikan apresiasinya atas digelarnya seminar tersebut. Dengan adanya seminar ini kata Tatang diharapkan akan ada masukan dari berbagai pihak untuk pemajuan kebudayaan di Kabupaten Subang.

“Dengan adanya seminar ini semoga dapat terinformasikan dengan baik kepada para pegiat budaya dan praktisi seni berbagai karya budaya Subang yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal kabupaten Subang” katanya.

Selanjutnya Tatang mengucapkan terimakasih kepada para pegiat budaya sehingga karya budaya kabupaten Subang sudah mendapat pengakuan secara nasional.

Hingga saat ini berbagai karya budaya kabupaten Subang sudah menjadi WBTB diantaranya Sisingaan, Gembyung, Bajidoran, Kolecer, Toleat, Gantangan dan Genjring Bonyok. Dalam seminar tersebut ditampilkan kesenian Sisingaan, Gembyung, Genjring Bonyok dan Bajidoran.