Museum Amerta Dirgantara Mandala Kalijati, Subang

Hanggar C yang didirikan tahun 1917 ini kini difungsikan sebagai museum Amerta Dirgantara Mandala

Sebuah gedung kuno peninggalan pemerintah kolonial Belanda hampir seabad lalu masih berdiri kokoh di komplek Lanud Suryadarma, Kalijati Subang. Dahulu gedung ini merupakan salah satu hanggar utama yang digunakan untuk pesawat-pesawat tempur Belanda. Kini gedung tersebut difungsikan sebagai museum Amerta Dirgantara Mandala.

Museum Amerta Dirgantara Mandala Lanud Suryadarma Subang
Museum Amerta Dirgantara Mandala Lanud Suryadarma Subang
Hanggar C yang didirikan tahun 1917 ini kini difungsikan sebagai museum Amerta Dirgantara Mandala
Hanggar C yang didirikan tahun 1917 ini kini difungsikan sebagai museum Amerta Dirgantara Mandala
Pesawat Lock Heed L-12 yang merupakan koleksi pesawat kuno terbesar yang ada di museum Amerta Mandala, Lanud Suryadarma, Subang.
Pesawat Lock Heed L-12 yang merupakan koleksi pesawat kuno terbesar yang ada di museum Amerta Mandala, Lanud Suryadarma, Subang.
Pesawat Gelatik PZL – 104 diproduksi oleh Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio dibawah lisensi PZL-104 Wilga, Polandia tahun 1965
Pesawat Gelatik PZL – 104 diproduksi oleh Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio dibawah lisensi PZL-104 Wilga, Polandia tahun 1965
Pesawat Grumman Goose G21A buatan Kanada ini menjadi kekuatan TNI pada tahun 1957 sebagai pesawat intai laut dan SAR di Skuadron 5 dengan nomor registrasi PB-521
Pesawat Grumman Goose G21A buatan Kanada ini menjadi kekuatan TNI pada tahun 1957 sebagai pesawat intai laut dan SAR di Skuadron 5 dengan nomor registrasi PB-521
Koleksi Museum Amerta Dirgantara Mandala Lanud Suryadarma Subang
Koleksi Museum Amerta Dirgantara Mandala Lanud Suryadarma Subang
Ruang Pamer sejarah Pendidikan Penerbangan Indonesia di Museum Amerta Dirgantara Mandala
Ruang Pamer sejarah Pendidikan Penerbangan Indonesia di Museum Amerta Dirgantara Mandala

Berita Terkait: