PD. HIMPAUDI & Forum PAUD Subang Bertemu, Hj. Yoyoh : ‘Forum PAUD & Pokja Bunda PAUD Itu Tidak Tumpang Tindih tapi Saling Menguatkan’

KOTASUBANG.com, Subang – Forum Pendidikan Anak Usia Dini (FPAUD) kembali gelar pertemuan dengan pengurus PD. Himpaudi Kabupaten Subang. Setelah Sebelumnya, minggu lalu bersama pengurus Ikatan Guru Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI). Hal tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi dan menjaga sinegitas. Gelaran giat tersebut dilaksanakan di Aula Abdul Wahyan, Senin (04/10/2021).

Ketua FPAUD Subang Hj. Yoyoh Sopiah Ruhimat, yang juga selaku Bunda PAUD, mengatakan hasil dari pertemuan ini merupakan buah dari tindaklanjut kegiatan hari Jumat (10/01/2021) lalu, dimana saat itu para pengurus Forum PAUD bersepakat bahwa ada poin poin yang menjadi kendala dan harus diselesaikan, maka dari itu diadakanlah pertemuan ini sekaligus menjadi silaturahmi antar anggota.

“Untuk kegiatan tatap muka bagi siswa PAUD, pada saat ini bisa menyesuaikan dengan keadaan, karena saat ini Kabupaten Subang sudah memasuki level 2. Dimana kontrol kasus Covid-19 ini sudah cukup landai” ujar Hj. Yoyoh.
.
Selanjutnya, Hj, Yoyoh berharap dari pertemuan ini bisa mendapatkan Maghfirah dari Allah SWT. Selain itu kepada para tenaga pendidik dirinya menyampaikan agar terus tetap menjaga protokol kesehatan. “Setelah ada titik terang perkembangan covid-19, maka kegiatan tatap muka untuk siswa PAUD bisa dilaksanakan dengan sempurna” Jelas Hj. Yoyoh


Ditempat yang sama, Ketua Himpaudi Kabupaten Subang, Ade Ghazali mengatakan, PD Himpaudi mempunyai pengurus yang terdiri dari 30 Kecamatan. Semua rangkaian kegiatan Himpaudi mempunyai tujuan yang sangat bermanfaat, dimana organisasi yang dipimpinnya berusaha untuk bisa memberikan pelajaran tentang penguatan karakter untuk anak mulai dari Usia Dini.

“Pembentukan karakter seseorang itu harus dimulai sejak dini, tidak bisa dibentuk secara instan” Kata Ade.

Diharapkan, lanjut ade,  dari tahap per tahapnya anak-anak mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi, dengan bingkai spiritual dan pengendalian diri yang kuat. Serta kemampuan anak sebagai indikator kesiapan mengikuti pendidikan tercapai, kompetensi skolastik dan non skolastik.

“Anak usia dini dibimbing untuk memiliki kemandirian dalam berperilaku, kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, kemampuan membina hubungan dapat berbagi dan bekerjasama dengan orang lain. Serta memiliki penyesuaian diri yang kuat, dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas dengan sikap kerja positif” Lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris FPAUD Kab. Subang H. Ade Mulyana, S.Ag.,M.Pd., memaparkan bahwa organisasi ini sudah berdiri selama 1 tahun. Berbagai rintangan dan halangan sudah ia tempuh. Mengingat kapasitasnya sudah berpengalaman dalam organisasi pendidikan anak usia dini.

Selanjutnya, H. Ade memaparkan bahwa di Jawa Barat, FPAUD sebetulnya sudah ada kurang-lebih sejak 10 tahun yang lalu, ketika kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan.

Masih H. Ade, soal pertanyaan yang muncul di kalangan masyarakat, tentang perbedaan posisi Pokja Bunda PAUD dan Forum PAUD, yang menjadi perbedaan yakni substansi eksistensi FPAUD yaitu, membina organisasi profesi guru PAUD yang profesional dan mandiri.

“Jadi sasaran kita lebih fokus pada organisasi profesi guru. Aktivitas program kita tidak langsung ke lembaga, tapi ke organisasi profesi guru, karena selama ini garda terdepan dalam membangun PAUD kualitas adalah mereka para pejuang yang tergabung di organisasi profesi guru. Maka membangun organisasi profesi guru PAUD yang prpfesional dan mandiri adalah suatu keharusan.” Jelas H. Ade.

Sebagai organisasi Profesioanal kata H. Ade, FPAUD sedang menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) untuk lima tahun kedepan, untuk mengukur kinerja satu periode kedepan.

“Kemudian, kami akan menyusun aturan prosedur organisasi, untuk bagaimana menyusun sebuah sistematika prinsip sebuah organiasi, maka di FPAUD akan diberlakukan. Sekarang masih proses, kedepan kita akan lakukan Bimtek tersendiri, sehingga tujuan kita, membangun PAUD berkualitas, dapat tercapai oleh oranisasi itu” Jelas H. Ade.

Jadi, kata H. Ade, FPAUD tidak mecaplok kegiatan teknis organiasi profesi yang biasa dilakukan.

“FPAUD Fokus terhadap Organisasi Profesinya, agar bekerja dengan profesional dan sesaui dengan tujuan bersama.” Lanjutnya.

Dirinya pun berharap, kegiatan ini dapat mengedukasi semua pengurus dalam hal berdemokrasi. Wahana saling belajar dalam mengelola organisasi sosial dan berbenah secara profesional. Serta menguatkan ukhuwah ruh perjuangan peradaban bangsa melalui profesi pendidik PAUD.