Keren ! Rayakan HUT RI ke-76, Warna Alam Kibarkan Bendera Raksasa di Puncak Curug Cileat

Bendera merah putih berukuran 15 x 6 meter berkibar di puncak Cileat yang tingginya 165 meter (Foto : Oke Rosgana)

KOTASUBANG.com, Subang – Dalam rangka memperingati HUT Kemedekaan RI ke-76, Komunitas Pegiat Lingkungan WARNA ALAM melakukan pengibaran bendera yang tak biasa. Mereka mengibarkan bendera merah putih raksasa di puncak curug Cileat, desa Mayang, Cisalak Subang yang memiliki ketinggian sekitar 165 meter. Sementara lebar bendera merah putih raksasa yang dikibarkan berukuran 15 meter x 6 meter.

Bukan hal mudah membentangkan bendera raksasa di atas curug yang merupakan curug tertinggi dan terbesar di kabupaten Subang itu. Tim Warna Alam yang terdiri dari 10 orang membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk menuju lokasi dan mempersiapkan pembentangan bendera. Medannya sangat curam, jalan menuju titik puncak sulit, licin dan sempit, dan angin yang kencang menjadi tantangan tersendiri ketika mengibarkan bendera di ketinggian puncak Cileat.

Perintis WARNA ALAM, Anwar Wana menarik sling mengibarkan merah putih di puncak Cileat (Foto : Oke Rosgana)

Salah satu Perintis WARNA ALAM, Anwar Wana Subang mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT Kemederkaan Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Semangat dan jiwa nasionalisme harus dipupuk elemen masyarakat di era globalisasi.

“Pengibaran bendera raksasa merupakan simbol kebesaran bangsa Indonesia. Kami ingin mengajak masyarakat lebih mencintai dan mengobarkan jiwa nasionalisme. Para pahlawan kemerdekaan telah berjuang mati matian demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata dia.

Kendati bertaruh nyawa, bendera raksasa tersebut akhirnya berhasil dibentangkan menggunakan tali baja (seling) yang dipasang dinding tebing curug Cileat.

“Sulit diungkapkan dengan kata-kata, yang jelas bangga banget, hiang semua capek. Alhamdulillah ini sumbang sih kami atas kemerdekaan Indonesia, ini bukti kami bangga dengan Indonesia,” pungkasnya. (baca juga : Terjebak Kabut di Hutan Jamuju, Puncak Curug Cileat)