Drama “Hak Peto” Lorong Teater Subang Pukau Penonton FDBS XIII

Lorong Teater Kabupaten Subang kembali mempersembahkan pertunjukan memukau melalui drama berjudul “Hak Peto” pada Festival Drama Basa Sunda (FDBS) XIII yang digelar di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Bandung 25 April 2014 yang lalu. Ini adalah drama kedua yang diikutsertakan Lorong teater dalam FDBS tahun ini, setelah sebelumnya Lorong teater juga mengikutsertakan drama berjudul “Di Hiji Tempat Anu Biasa” yang dipentaskan beberapa waktu sebelumnya.

3

4

Pada pementasan kemarin, para aktor Lorong teater berhasil “menghidupkan” naskah drama “Hak Peto” karya Bode Riswandi. Tokoh Ucup Maulana Gorbacep yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam drama kali ini diperankan apik oleh aktor Lorong teater. Ungkapan-ungkapan dan tindakan tokoh Ucup, seorang gila yang “cerdas” merupakan satire bagi pribadi maupun masyarakat pada umumnya.

Drama berdurasi sekitar 1 jam 20 menit ini menceritakan sebuah kelompok teater yang dramanya terancam gagal karena harus menyelesaikan dahulu “drama” yang lain yaitu dilarang bermainnya salah satu aktornya oleh istrinya. Drama di dalam drama ini menjadi satire bagi siapapun yang menyaksikannya melalui peran para aktornya.
Lorong teater Kabupaten Subang merupakan juara bertahan pada event FDBS yang merupakan festival drama paling bergengsi di Jawa Barat saat ini. Teater ini berdiri sejak 14 Februari 1992 di SMA Negeri 1 Subang.