Ribuan Murid PAUD Menari Sisingaan di Alun-alun Subang

sisingaan-cilik-3Ribuan murid pendidikan anak usia dini (PAUD) se-kabupaten Subang memadati alun-alun Benteng Pancasila, Jalan Wangsa Gofarana, Subang, Selasa 27 Mei 2014. Pagi itu mereka mengikuti acara Gebyar Sisingaan yang di selenggarakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Subang.

“Hari ini sekitar 9000 orang termasuk guru dan orang tua murid hadir di sini, dan sekitar 430 Sisingaan mini diusung oleh anak-anak PAUD,” kata Ida Supriatin, wakil ketua HIMPAUDI kabupaten Subang kepada kotasubang.com.

Menurutnya acara ini digelar untuk membentuk karakter anak dalam bidang seni budaya, dalam hal ini untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Sisingaan sebagai kesenian asli Subang.

“Dengan acara ini anak-anak diperkenalkan kepada Sisingaan sebagai kesenian asli Subang yang dirasa mulai pudar karena semakin maraknya seni mamanukan, yang bukan asli Subang,” katanya.

Ida mengatakan semua PAUD di kabupaten Subang harus memiliki perangkat Sisingaan, yang kemudian dilatih oleh trainer yang ada di masing-masing kecamatan.

“Jadi semua gerak tari dan musik pengiring yang digunakan dalam gebayar Sisingaan ini semua sama, karena dilatih oleh trainer yang sudah kami latih sebelumnya,” imbuhnya.

Selanjutnya Ida berharap acara ini menjadi pelopor dan bisa diikuti oleh instansi lain sehingga festival Sisingaan semacam ini semakin sering diselenggarakan.

Senada dengan Ida, Bupati Subang Ojang Sohandi yang juga hadir dalam acara tersebut berharap agar festival Sisingaan semacam ini bisa digelar tidak hanya sekali dalam setahun. Dalam sambutannya, Ojang juga menyatakan sangat mengapresiasi acara yang di selenggarakan HIMPAUDI tersebut.