Melihat Keindahan dan Potensi Salah Satu Desa Terbaik Kab. Subang 2021

Desa Bojongloa Kecamatan Kasomalang, merupakan nominator desa terbaik Kabupaten Subang tahun 2021

KOTASUBANG.com, Subang – Bojongloa, merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan , Kabupaten .  Desa ini memiliki jumlah penduduk 4.200 jiwa,  yang tersebar di 6 RW dan 18 RT. Desa ini terdiri dari 4 kampung yaitu Bojongloa, Bariah, Cisaat dan Rancamedang dengan luas wilayah 446.447 hektar.

Sesuai mottonya ‘Sejahtera’ yaitu sehat, jaya, harmonis, terampil dan agamis, Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dengan potenisi yang dimiliki dan berbagai program kerja pemerintah desa bojongloa di tengah Pandemi .

 

Salah satu potensi utama desa Bojongloa adalah pertanian yang merupakan matapencaharian utama warga desa Bojongloa. Selain menanam padi, warga desa ini juga penghasil buah nanas yang sudah menjadi ikon kota Subang. Perkebunan nanas di desa ini mencapai lebih dari 50 hektar.  Demikian pula dengan perkebunan bambu yang mengelilingi desa tersebut. Bambu-bambu ini kemudian dijual ke berbagai daerah di dan  Jakarta. Adapula tanaman salak dan manggis yang banyak ditanam di pekarangan warga. Selain itu, warga masyarakat bojongloa juga banyak yang beternak dan memelihara ikan.

Usaha kecil lainnya juga tetap bertahan di masa pendemi, seperti produksi makanan ringan opak, ranginang dan sejenisnya. Ada pula warga yang menggeluti usaha dibidang kerajinan tangan yang hasilnya dijual ditempat-tempat di Kabupaten Subang.

Meskipun masih dalam masa pendemi Pemerintah desa Bojongloa berupaya memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Kegiatan posyandu misalnya, berjalan seperti biasanya tentunya dengan menjalankan protokol kesehatan. Demikian pula dengan kegiatan-kegiatan pelayanan lainnya dan kegiatan kemasyarakatan seperti pengajian masih tetap bisa berjalan tentunya dengan adaptasi kebiasaan baru.

Sebagian pembangunan fisik atau infrastruktur di desa Bojongloa juga masih bisa terlaksana ditengah pandemi. Salah satunya adalah pembangunan jalan gang di kampung bariah. Kemudian pembangunan bendung irigasi di Parakan Kopo, yang tentunya sangat diperlukan oleh para petani. Ada pula pembuatan embung irigasi di kampung Rancamedang. Embung ini kemudian dimanfaatkan Karang Taruna setempat untuk memelihara ikan.

Pemerintah Desa Bojongloa terus berupaya melakukan inovasi dan program unggulan. Dalam hal peningkatan pelayanan untuk masyarakat, Desa Bojongloa saat ini tengah melakukan pembangunan kantor desa yang cukup megah meskipun awalnya dengan anggaran terbatas. Pembangunan ini didukung oleh warga masyarakat dengan antusias. Bahkan selain sukarela menyumbangkan tenaga, masyarakat terlihat kompak bergotongroyong dalam membangun dengan memberikan bantuan materil. Saat ini sudah terkumpul secara swadaya sebanyak 1024 sak semen, Batako 2850 buah, pasir 3 truk dan batu 3 truk. Dengan kekompakan warga bergotong royong, Kantor Desa yang baru akan dapat selesai tahun 2021 ini.

Dalam rangka meningkatkan produksi padi, Desa Bojongloa juga memiliki Program inovatif unggulan lainnya yaitu pembangunan totosan atau terowongan air. Totosan ini menghubungkan aliran air dari Sungai Cipabelah di sebelah barat dengan pesawahan seluas 70 hektar di sebelah selatan yang sulit mendapatkan air karena terhalang oleh jalan desa.

Totosan ini konon sudah ada pada zaman penjajahan Jepang namun setelah longsor tak dapat digunakan lagi. Baru pada pemerintahan desa saat ini, totosan ini kembali dibuat. Butuh waktu berbulan-bulan untuk kemudian bisa membuat kembali terowongan air ini, menghubungkan satu sisi ke sisi lainnya dengan cara manual oleh masyarakat dengan bergotong-royong.

Ditengah pandemi, pelestarian di desa Bojongloa tetap dapat berjalan. Salah satunya pembangunan tempat ibadah di situs Pakuwon. Menurut para tokoh masyarakat, Pakuwon dahulunya merupakan tempat pertemuan tokoh agama, tokoh perjuangan bahkan para jawara untuk bermusyawarah.

Aktivitas berkesenian juga masih bisa terus berjalan di desa ini. Diantaranya kesenian Kuda Lumping yang dimainkan oleh ibu-ibu di kampung Cisaat. Mereka sering berlatih kesenian ini secara rutin. Adapula kesenian Sisingaan kampung Rancamedang yang merupakan warisan budaya tak benda milik Kabupaten Subang. Kesenian ini masih bisa ditampilkan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan.

Berbagai upaya juga telah dilakukan dalam upaya pencegahan Covid-19 di desa Bojogloa. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah pembangunan posko Covid-19 dan melakukan penyemprotan desinfektan di rumah-rumah maupun di tempat umum seperti masjid. Selain itu dilakukan pula pembagian masker secara Cuma-Cuma kepada warga masyarakat desa Bojongloa.

Sementara itu, melalui gerakan sapapit samamanis, ibu-ibu PKK mengumpulkan sumbangan sukarela dari warga yang mampu, untuk kemudian diolah dan dibagikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ibu-ibu PKK ini juga mengelola dan mensosialisasikan Toga atau Taman Obat Keluarga bagi masyarakat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional. Obat-obatan tradisional ini berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sejalan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19, untuk meminimalisir kontak fisik, BUMDES desa Bojongloa mulai menerapkan metode pembayaran melalui QRIS. Adapun bidang usaha yang sudah berjalan diantaranya pelayanan pembayaran PBB, pembayaran pajak kendaraan bermotor, listrik, dan lainya. Dengan usaha dibidang pelayanan jasa tersebut, Bumdes  Bojongloa sejahtera mendapatkan beberapa piagam penghargaan diantaranya sebagai Bumdes dengan transaksi terbesar PBB dan PKB tahun 2020. Top 10 Bumdes jawara agen PPOB tahun 2020 dan bumdes jawara agen PPOB tahun 2021.