Sampah Menumpuk di Pusat Kota Subang, Ini Penyebabnya

KOTASUBANG.com, Subang,– Menjelang lebaran yang tinggal hitungan hari, kota terlihat semrawut dengan menumpuknya sampah di hampir semua titik Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Subang kota, seperti di jalan Pejuang 45, jalan Arief Rahman Hakim, Jalan MT Haryono, Jalan Cicadas Dangdeur dan Pujasera. Tumpukan sampah tersebut bahkan sampai meluber ke badan jalan dan menebarkan bau busuk. Bukan hanya di Subang kota, tumpukan sampah juga dikeluhkan warga di berbagai kecamatan di Subang.

Lalu apa penyebabnya?

Masalah menumpuknya sampah di pusat kota ini dimulai ketika di tutup dan sampah harus dibuang ke yang jaraknya lebih jauh dari TPA Panembong. Sementara jumlah dan kondisi kendaraan pengangkut sampah tidak memadai. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengelolan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Subang Dito Sudrajat.

Pihaknya sudah mulai membuang sampah ke TPA Jalupang sejak awal bulan ramadan lalu. juga sudah mengeluarkan nomor LH.01./SE.1058-LH/201 bertanggal 29 April 2021 lalu tentang larangan pembuangan sampah ke TPA Panembong.

“Sebetulnya sampah diangkut tiap hari. Tapi, karena TPA kita pindah ke Jalupang yang jaraknya mungkin 3 atau 4 kali dari ke TPA Panembong, sekarang kita perhari hanya mampu 1 rit. Waktu dibuang ke TPA Panembong perhari biasa 3-4 rit. Jadi selisihnya itu yang mengakibatkan sampah ada penumpukan. Jadi kita masih lagi cari cara untuk mampu minimal perhari 2 rit biar tidak terlalu banyak penumpukannya,” ungkapnya.

Karena sekarang lokasi TPA yang lebih jauh dan sampah semakin banyak Dito mengungkapkan idealnya perlu adanya penambahan kendaraan. Selain itu kata Dito kondisi kendaraan yang ada saat ini juga perlu perhatian tersendiri.

“Ban kendaraan yang ada sudah tidak layak, tapi kita sudah berupaya mengusulkan untuk pengadaan bannya.

Untuk langkah cepat pengangkutan sampah di pusat kota ini, pihaknya akan meminta bantuan alat berat ke dinas lain.

“Insya Allah hari Senin kita akan upayakan angkut, dengan meminjam alat berat ke PUPR atau BPBD,” ujarnya.

Lebih jauh Dito juga mengungkapkan, permasalahan sampah di Kabupaten Subang tentunya bukan tanggungjawab pemerintah semata namun menjadi tanggung jawab bersama.

“Dengan pindahnya TPA kita minta ada perhatian khusus terhadap persampahan, sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tetapi tanggungjawab bersama, baik pemerintah, masyarakat dan yang lainnya,” katanya.

Dito mengajak semua pihak mulai peduli terhadap sampah dengan cara :
1. Pemerintah menyediakan sarana prasara persampahan yang memadai
2. Masyarakat harus mengelola sampahnya dari rumahnya masing-masing dengan memilah sehingga sampah yang dibuang ke TPS/TPA hanya residunya saja, dengan memilah sampah mudah untuk diolah, termasuk tidak membuang sampah sembarangan dan membayar retribusi untuk pengelolaan sampah ;
3. Dunia usaha bersinergi dengan pemerintah melalui CSR nya diarahkan ke lingkungan dalam hal ini persampahan ;
4. Insan PERS membantu mensosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah.

“Mungkin itu, dengan kebersamaan Insyallah permasalahan sampah bisa kita atasi,”pungkasnya.