Wabup Subang Bantah Judul Berita Terkait Larangan Salat Idulfitri Berjamaah

KOTASUBANG.com, Subang – Wakil Rosyadi mengklarifikasi terkait judul berita disalah satu media yang berjudul ‘Masyarakat Subang jangan berharap Shalat Idul Fitri berjamaah, ziarah kubur saja akan dipantau Satgas’. Berita tersebut menjadi sorotan netizen  sehingga menjadi buah bibir netizen di medsos terhadap Wakil , Agus Masykur Rosyadi.

Wabup mengungkapkan, apa yang ditulis dijudul berita itu tidak benar. Dirinya mengungkapkan tidak pernah mengatakan hal tersebut, namun ketika ditanya wartawan ia hanya mengungkapkan bahwa kemungkinan pelaksanaan salat Idulfitri tidak bisa dilaksanakan di Alun alun Subang, tapi hanya bisa dilaksanakan di masjid Agung saja.

“Kemarin kan saya ditanya oleh awak media Apakah Pemda akan menyelenggarakan sholat di alun-alun? jadi konteksnya solat id di alun-alun saya jawab kemungkinan tidak dilakukan seperti tahun kemarin 2020. Hari ini belum ada keputusan belum ada rapat karena kita juga masih menunggu himbauan dari Satgas Pusat atau Provinsi, jadi kemungkinan Pemda tidak menyelenggarakan sholat id di alun-alun saya garis bawahi di alun-alun bukan di masjid,” katanya, kamis (6/5/2021).

Wabup Agus juga menyampaikan, jadi ini mohon dijadikan klarifikasi berita, karena pihaknya merasa dirugikan, keputusan terkait hal tersebut juga masih menunggu kebijakan pemerintah pusat, ini belum final. Masih ada waktu sampai hari H pelaksanaan Idul Fitri dan juga untuk kegiatan-kegiatan seperti safari Ramadhan, taraweh keliling sudah tidak dilakukan.

“Sekali lagi saya sampaikan ini sebagai klarifikasi dari berita yang ada di media nasional yang sudah ramai di media sosial,” tutupnya.

Sementara itu berdasarkan hasil rapat terkait Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Ruang Rapat  II Jumat (07/05/2021), Sekretaris Daerah Subang mengatakan mengizinkan pelaksanaan shalat idulfitri di masjid masing-masing daerah saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya berprinsip untuk meminta dukungan kepada semua pihak daripada kita mengambil resiko. Dengan melihat beberapa fakta yang dilaporkan, Saya putuskan Sholat Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid masing- masing daerah tapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu karena dengan alasan zona di masing-masing daerah yang berbeda dan menghindari segala kemungkinan terburuk. ” ujarnya.