Pohon Baobab Raksasa Kembali Dibawa ke Luar Subang, yang Beli Crazy Rich Semarang

Pohon Baobab yang sebelumnya tumbuh di Komplek Sanghyang seri

KOTASUBANG.com, Subang – Sebuah pohon Baobab raksasa kembali dijual ke luar Subang. Kali ini pembelinya adalah seorang Crazy Rich Semarang, bernama David. Pohon tersebut sebelumnya tumbuh di area PT Sanghyang Seri, Sukamandi, Subang. Mulai diangkut ke Semarang sejak 29 Maret 2020 lalu.

Dikutip dari laman Tribunjateng.com sebelumnya David mendapat informasi ada pohon baobab tumbang akibat hembusan angin kencang, lalu kemudian rekannya menawari membeli pohon tersebut lantaran masih berpotensi hidup.

“Saya beli daripada sia-sia melapuk begitu saja. Apalagi pemilik pohon juga tak mampu memindahkan pohon tersebut,” katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

Sebelum membelinya, dia melakukan konfirmasi ke beberapa pihak apakah pohon tersebut dilindungi undang-undang.

Pohon itu ternyata bukan pohon langka sehingga dia berani merogoh kocek.

Baobab tersebut juga banyak ditemukan di Jawa Barat, biasa disebut ki tambleg.

“Kalau pohon yang dilindungi negara maka saya tidak berani membeli. Saya membeli karena pohon itu istimewa.

Bentuknya besar terus masih ada potensi hidup. Sayang kan kalo hanya buat kayu bakar,” terang pengusaha pencinta flora dan fauna ini.

Harga pohon

Saat tumbang, panjang pohon tersebut sekira 12 meter. Diameter pangkal atau akar pohon 4 meter. Untuk keperluan pengangkutan, bagian atas dipangkas supaya bisa muat di atas trailer. Menurut David, pohon itu akan ditanam di rumahnya yang berasa di Semarang atas. Pohon tersebut akan menjadi baobab raksasa pertama di Kota Lumpia.

Berapa harga pohon raksasa tersebut?

“Mengenai harga, yang mahal ongkos angkutnya saja. Yang penting semoga pohon itu bisa hidup,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com.

Pohon baobab memang diketahui banyak terdapat di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ada pendapat bibit baobab ini dibawa oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dari Afrika kemudian ditanam di kawasan-kawasan perkebunan di Subang.

Pendapat lain menyatakan baobab dibawa oleh para pedagang dari Timur Tengah dan Afrika pada masa penyebaran Islam di Tatar Sunda.

Selain di Subang, pohon baobab di Indonesia juga terdapat di Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Purwodadi dan Nusa Tenggara.

Pohon ini juga ada di kawasan kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Pada akhir 2010 hingga awal 2011, Universitas Indonesia merelokasi 10 pohon baobab dari kawasan PT Sang Hyang Sri dan PG Rajawali, Ciasem, Subang.

Sumber : Tribunjateng.com