Baron Buaya Raksasa Blanakan Mati, Netizen Heboh, Usulkan Bangkainya Diawetkan

KOTASUBANG.com, Subang – Baron, buaya raksasa yang menjadi ikon penangkaran buaya Blanakan ditemukan mati Sabtu sore (20/3/2021) di kandangnya. Matinya, sang buaya tersebut menghebohkan dunia maya di Kabupaten Subang. Netizen beramai-ramai mengungkapkan kesedihannya atas kematian Baron, buaya raksasa yang melegenda tersebut.

“RIP suhuu icon blanakan,” tulis pemiliki akun Instagram @myogienmaulana mengomentari postingan di akun @kotasubang.

“RIP Legend,” tulis akun lainnya @bagus_fajar77

Bahkan banyak pula netizen yang menganggap Baron adalah sebuah legenda sehingga mengusulkan agar Baron diawetkan kemudian disimpan di museum.

“Hrs nya jngn d kubur tapi d mesium kan biar jd cerita & tau d blanakan ada buaya besar Baron,, buaya Baron it dari sy kecil sdh ada”, tulis akun Facebook Dede Lian.

“Iyah harus nya (diawetkan) biar jadi cerita dan bukti bahwa di blanakan pernah ada buaya terbesar,” tulis akun facebook Sekar Refli Herlianto.

Baron merupakan buaya raksasa yang berusia hampir 40 tahun yang menjadi penghuni tertua Penangkaran Buaya Blanakan. Selain Baron masih ada buaya raksasa lainnya yang bernama Jack. Dua ekor buaya raksasa itu memiliki panjang tubuh hampir 7 meter dan berat badannya sekitar 800 Kg. Buaya jenis buaya muara (Crocodylus porosus) ini awalnya di datangkan dari Pontianak Kalimantan Barat tahun 1988 dan menjadi indukan di penangkaran buaya Blanakan dan telah menghasilkan banyak keturunan buaya yang kini menghuni penangkaran buaya Blankan.

Belum diketahui penyebab kematian sang legenda tersebut, namun faktor usia di duga menjadi penyebab kematiannya.