Sensus 2020, Penduduk Kabupaten Subang 1,595 Juta Jiwa

 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dengan luas sebesar 5,35% dari wilayah Jawa Barat, Kabupaten dihuni sebanyak 1,595 juta jiwa (September 2020) atau 3,30 persen penduduk Provinsi Jawa Barat (48,27 juta jiwa).

Sensus Penduduk  merupakan amanat Undang-Undang No.16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang dilaksanakan sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka nol. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) adalah sensus penduduk yang ke tujuh sejak Indonesia merdeka. Pertama kalinya dalam sejarah sensus penduduk kali ini menggunakan metode kombinasi yaitu dengan memanfaatkan data Adminsitrasi Kependudukan (Adminduk) dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai data dasar pelaksanaan SP2020. Menyesuaikan jangka waktu tinggal dalam konsep penduduk, dari minimal telah tinggal selama enam bulan menjadi minimal satu tahun. Kebijakan pemerintah yang berfokus pada penanganan pandemi mendorong BPS melakukan penyesuaian tata kelola seperti pendataan penduduk yang semula akan dilakukan pada Juli 2020 dimundurkan menjadi September 2020. Hal ini dirancang sedemikan rupa sebagai upaya adaptasi terhadap kondisi yang sedang terjadi saat ini.

Komposisi Penduduk Kabupaten

SP2020 yang dilakukan Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk Kabupaten pada September 2020 sebanyak 1,595 juta jiwa. Kondisi ini mengalami pertambahan sebesar 130.163 jiwa atau rata-rata 10.847 jiwa dibandingan sensus penduduk  tahun 2010 (SP2010). Selama kurun waktu 2010 – 2020 laju pertumbuhan penduduk  Kabupaten Subang sebesar 0,83 persen mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan SP2010 yang laju pertumbuhan penduduknya berkisar 0,97 persen. Dari sekitar 1,595 juta jiwa sebesar 94,6 persen (1,5 juta jiwa) penduduk berdomisili sesuai dengan Kartu Keluarga(KK) yang dimiliki, sementara 5,4 persen (86 ribu jiwa) penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK, hal ini mengindikasikan penduduk  yang bermigrasi dari wilayah tempat tinggal sebelumnya karena sekarang sudah tinggal tidak pada alamat yang tercatat pada KK.

Struktur penduduk  suatu wilayah menjadi salah satu faktor pendukung pembangunan hal ini terjadi apabila penduduk usia produktif lebih dominan dibandingkan usia penduduk non produktif. Persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Kabupaten berada pada kisaran 71,18 persen, artinya Kabupaten Subang berada pada era bonus demografi (lihat tabel 1) suatu tantangan besar sekaligus potensi yang apabila tepat dalam penanganannya dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat subang. Rasio jenis kelamin penduduk Kabupaten Subang sebesar 101, yang artinya terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan. Rasio jenis kelamin saat lahir mencerminkan pola laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah perempuan, namun pada kelompok usia 30 tahun hingga 54 tahun, yang diduga karena terjadinya mobilitas yang cukup tinggi jumlah laki-laki lebih sedikit dari perempuan. Pada kelompok umur 75+ tahun ke atas, laki-laki lebih sedikit dari jumlah perempuan hal ini menunjukkan bahwa angka harapan usia hidup laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan.

Jumlah Penduduk Kabupaten Menurut Kelompok Umur dan
Jenis Kelamin,
Tahun 2020 (jiwa)

Distribusi Penduduk Kabupaten

Luas wilayah Kabupaten sebesar 1.893,95 kilometer persegi ( dalam Angka, BPS), dimana tingkat kepadatan penduduk sebanyak 842 jiwa per kilometer persegi. Angka ini meningkat dibandingkan dengan hasil SP2010 yang mencatat kepadatan penduduk saat itu sebesar 774 jiwa per kilometer persegi. Distribusi penduduk Kabupaten tidak merata ke semua wilayah, terdapat dua wilayah kecamatan yang menjadi pusat konsentrasi penduduk yaitu Kecamatan Subang dan Kecamatan Ciasem. Kecamatan Subang dengan wilayah hanya 2,61 persen dari seluruh wilayah kabupaten ternyata dihuni oleh 137 ribu penduduk atau 8,61 persen dari total Penduduk Kabupaten Subang. Sebaran penduduk terbesar ke dua terdapat di Kecamatan Ciasem dengan jumlah 110 ribu orang (6,91 persen). Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit dengan persentase di bawah 2 persen terdapat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ciater (29 ribu orang; 1,84 persen), Kecamatan Serangpanjang (25 ribu orang; 1,61 persen) dan Kecamatan Legonkulon (23 ribu orang; 1,49 persen). Perkembangan industri dibeberapa wilayah kecamatan memicu terjadinya migrasi dengan penyerapan tenaga kerja perempuan lebih banyak, diduga menjadikan jumlah penduduk laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan seperti di Kecamatan Cipeundeuy, Kalijati, Dawuan, Purwadadi, Pabuaran, Cibogo dan Pagaden. Pola penyebaran penduduk  yang tidak merata menjadi salah satu tugas pemerintah daerah dalam mengelola tata ruang pembangunan yang berkesinambungan, terutama penyediaan lapangan pekerjaan seluas mungkin sehingga pada akhirnya diharapkan terjadinya pemerataan pembangunan ke semua wilayah  Kabupaten Subang.

 

Jumlah Penduduk Kabupaten Subang Menurut Kecamatan, Jenis Kelamin, Persentase Penduduk dan Rasio Jenis Kelamin, Tahun 2020 (jiwa)

Manfaat Sensus Penduduk Untuk Perencanaan Pembangunan

Penduduk merupakan subjek sekaligus objek dalam pembangunan, karena penduduk sebagai sasaran dan pelaku pembangunan. Jumlah penduduk merupakan modal besar pembangunan yang dapat dimanfaatkan secara optimal akan menghasilkan kondisi ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk serta daya dukung alam. Melalui adanya penyediaan informasi mengenai gambaran kondisi kependudukan, tentunya dapat mempermudah dalam proses perencanaan pembangunan (BPS,2007). Beberapa hal penting yang dapat dimanfaatkandari hasil Sensus Penduduk antara lain :

  • Sensus Penduduk dengan metode kombinasi melalui pemanfaatan data Administrasi Kependudukan (Adminduk), salah satunya pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan bagi kebijakan program-program pemerintah daerah secara luas.
  • Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya pemerintah daerah membutuhkan data dan informasi sebagai elemen penting dalam mendukung perencanaan, pemantauan, evaluasi dan pengendalian kegiatan yang sedang dilakukan.
  • Akses terhadap data kependudukan dapat digunakan untuk kepentingan penguatan kualitas perencanaan pembangunan.
  • Penyusunan perencanaan pembangunan ke depan, dengan membuat analisis yang detil dalam banyak hal, sehingga perencanaan dapat lebih berkualitas dan tepat sasaran.

Penggunaan data dari hasil program pemerintah pusat seperti yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, kiranya bisa memberikan pertimbangan pada pengambilan setiap kebijakan dari pemerintah daerah. Pengambilan kebijakan yang tepat dapat mendorong usaha percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Subang. Sehingga kebijakan yang akan diterapkan mampu menyesuaikan dengan kondisi penduduk setempat dan mencegah terjadinya ketimpangan antar wilayah atau dampak sosial secara luas dikemudian hari. Semoga dengan potensi jumlah penduduk 1,595 juta jiwa  kita dapat membangun Kabupaten Subang menjadi Jawara yang sesungguhnya.

Penulis :

Elven Sukirno

ASN – BPS Kabupaten Subang