Terpesona Kupu-kupu Langka di Butterfly Heaven Panaruban, Subang

Pemandangan di Dalam Dome

Pemandangan di Dalam Dome

Bagi sebagian besar orang, mendengar kata ulat saja mungkin sudah membuat bergidik, apalagi menyentuhnya. Namun itulah keseharian Yudi Permana, pemuda Kampung Panaruban Ciater, Subang beberapa tahun belakangan ini. Setiap hari dengan telaten ia merawat puluhan ulat hingga kemudian bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang indah.

Butterfly Heaven, itulah tempat Yudi bekerja setiap hari. Tempat penangkaran kupu-kupu yang didirikan sejak 1999 lalu oleh Ibu Tri Mumpuni dan Yayasan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) yang dipimpinnya. Ibu Puni yang dikenal sebagai tokoh “penerang desa” karena telah membangun puluhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTHM) ini ternyata sangat mencintai kupu-kupu. Ia membangun pusat penangkaran untuk melestarikan kupu-kupu yang lokasinya masih berdekatan dengan salah satu rumahnya di Ciater, Subang.

Keseharian Yudi di Mulai dengan membersihkan Dome, yaitu berupa bangunan berdinding kawat kasa seluas hampir 100 meter persegi yang di dalamnya terdapat taman tempat kupu-kupu berkembang biak. Dengan teliti ia kemudian memindahkan ulat-ulat kecil ke potongan batang pohon yang merupakan pakan ulat tersebut. Batang tersebut dimasukkan ke dalam botol berisi air agar tidak layu. Botol berisi batang tanaman ini kemudian dimasukan kedalam lemari khusus.

“Kalau tidak dipindahkan, ulta-ulat ini akan memakan habis tanaman yang ada di dalam Dome,” kata Yudi kepada kotasubang.com, Selasa, 12 Nopember 2013.

“Tiap jenis ulat memiliki inang tertentu, ulat kupu-kupu raja misalnya inangnya seureuh leuweng (sirih hutan), dia cuma mau makan daun itu, makanya kalau dipindahkan harus ke batang pohon itu juga,” terangnya.

Ulat Dipindahkan Ke Batang Pohon Di dalam Ember

Ulat Dipindahkan Ke Batang Pohon Di Dalam Botol Kaca

Lemari Tempat Penyimpanan Kepomponmg

Lemari Tempat Penyimpanan Kepomponmg

Setelah sekitar 3 minggu ulat akan berubah menjadi kepompong. Kepompong-kepompong ini kemudian dipindahkan lagi dengan digantung di lemari yang berbeda. Setelah beberapa lama kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu. Lamanya fase kepompong tergantung jenis kupu-kupunya, ada yang dalam hitungan hari dan ada pula yang berbulan-bulan seperti kupu-kupu (sebenarnya ngengat) si Rama-rama yang bisa mencapai 1 – 3 bulan.

Setelah Kupu-kupu ini kemudian akan dilepaskan lagi ke dalam dome agar berkembang biak kembali dan sebagian lagi akan dilepaskan di alam bebas. Jika kondisi cuaca bagus kupu-kupu ini akan bertahan hingga sebulan di dalam dome, namun jika sering terjadi turun hujan umurnya hanya bisa bertahan kurang dari satu minggu saja.

Menurut Yudi di Bulan Desember perkembangan kupu-kupu mencapai puncaknya. Saat itu akan banyak kupu-kupu yang beterbangan di dalam dome.

“Kalau sekarang kupu-kupunya agak jarang, nanti pas mulai banyak turun hujan seperti bulan Desember biasanya kupu-kupu banyak terlihat,” kata Yudi.

“Nah, kalau mau foto-foto kupu-kupu harusnya sore atau pas cuaca teduh, kalau pagi mah kupu-kupunya beterbangan nyari nektar,” jelas Yudi.

Terdapat 28 jenis kupu-kupu yang dikembangbiakan di sini, salah satu diantaranya merupakan kupu-kupu sangat langka di dunia, yaitu Troides Helena atau lebih dikenal dengan kupu-kupu raja. Jenis kupu-kupu ini sudah termasuk daftar CITES Apendix II, artinya terancam punah jika perdagangan hewan ini terus berlanjut. Kupu-kupu raja sudah sulit ditemukan di alam bebas, karena sudah jarang ditemukan tanaman inang yang menjadi sumber makanan ulatnya yaitu sirih hutan.

Selain membiakan kupu-kupu, Butterfly Heaven juga mengawetkan kupu-kupu yang sudah mati. Caranya dengan menyuntikan cairan formalin ke bagian dada kupu-kupu. Kemudian kupu-kupu di tempatkan di papan setting untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam oven bersuhu 45 derajat Celcius. Specimen ini disimpan di dalam oven hingga kurang lebih sekitar 2 minggu, hingga benar-benar kering. Apabila telah benar-benar kering kemudian specimen akan ditata di dalam pigura dan siap di jual.

Yudi Sedang Memasukan Papan Setting Ke Dalam Oven

Yudi Sedang Memasukan Papan Setting Ke Dalam Oven

Awetan YAng Belum di Frame

Awetan Yang Belum di Frame

Koleksi Awetan Yang Sudah di Frame

Koleksi Awetan Yang Sudah di Frame

kupu-kupu subang

Kupu-kupu (Ngengat) Si Rama-rama Setelah Diawetkan

Harga awetan kupu-kupu tanpa frame dijual dengan kisaran harga Rp. 20.000,- hingga Rp. 100.000,- sedangkan untuk yang sudah diframe dijual denagn harga Rp.40.000,- hingga Rp. 500.000,-. Menurut Yudi, awetan kupu-kupu ini akan tahan hingga 11 tahun, asalkan disimpan pada suhu yang sesuai.

“Kalau tidak kena air dan disimpan di suhu ruang sekitar 30 derajat, bisa tahan sampai 11 tahun.” ungkap Yudi.

Karena sangat langka, awetan kupu-kupu raja banyak diburu oleh para kolektor penggemar kupu-kupu tanah air bahkan mancanegara. Selain kupu-kupu jenis ini, kupu-kupu lain yang banyak diburu para kolektor adalah jenis Papilio memnon. Bentuknya yang unik dan indah membuat kupu-kupu jenis ini banyak diminati.

Menurut Yudi, sejak dibuka tahun 1999 silam telah banyak pengunjung yang datang untuk mempelajari siklus hidup kupu-kupu. Biasanya setiap bulan rata-rata ada 5 rombongan yang berkunjung ke sana, sebagian besar berasal dari kalangan Mahasiswa dan Siswa.

Akses tempat penangkaran Kupu-kupu ini bisa dicapai hanya sekitar 10 menit dari gerbang wisata Sariater ke arah Desa Cicadas. Secara administratif lokasi Butterfly Heaven ini masuk ke wilayah kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang.