Dawuan Sambut BPNB Jabar untuk Jadikan Oncom Dawuan Warisan Budaya Tak Benda dari Subang

KOTASUBANG.com, Subang РAda yang tahu ? salah satu kuliner khas Kabupaten ini, kini tengah diupayakan untuk masuk menjadi Warisan Tak Benda (WBTB) dari Subang oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jawa Barat. Rencana dimasukkannya menjadi WBTB disambut gembira  pemerintah desa Dawuan Kaler dan .

Selasa (2/3/2021) tim dari BPNB Jabar mendatangi sentra pembuatan oncom Dawuan di Desa Dawuan Kaler untuk mendokumentasikan sejarah dan pembuatan oncom Dawuan. Kedatangan tim dari BPNB Jawa Barat disambut hangat oleh Pemerintah Desa Dawuan Kaler dan Kecamatan Dawuan. Tutunggulan Sekar Kedaton menyambut kedatangan tim BPNB sebelum memulai pendokumentasian oncom Dawuan.

Pihak BPNB Jawa Barat mengapresiasi sambutan hangat dari pemerintah setempat.

“Ini kali kedua kami datang untuk mengkaji dan mendokumentasikan oncom Dawuan sebagai WBTB tahun 2022. Tanggapannya dari pihak desa dan pihak kecamatan cukup baik. Kita diberikan fasilitas, data dan kesiapan pengrajin dan bantuan banyak pihak. Sambutannya cukup baik sekali, mudah-mudahan ini membuat kami juga cepat merespon dan mudah-mudahan dari pihak dinas juga mulai mengajukan ini menjadi WBTB dari Subang ,” kata Andika Ariwibowo, M.A mewakili BPNB Jawa Barat.

Sekretaris Kecamatan Dawuan Yuli Merdekawati menyambut positif rencana dimasuknnya oncom Dawuan menjadi WBTB asal Kabupaten Subang.

“Ke depan semoga dengan diliriknya oncom Dawuan oleh Kemendikbud dalam hal ini BPNB Jawa Barat untuk dijadikan WBTB diharapkan keberadaan oncom Dawuan bisa lebih dikenal bukan hanya di Subang tapi juga mancanegara yang berdampak peningkatan ekonomi masyarakat. Usaha produktif makin berkembang yang memproduksi oncom Dawuan ini,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kelapa Desa Dawuan Kaler, Samba. Dirinya menyambut baik program ini, untuk kemajuan lingkungan Dawuan Kaler.

“Semoga lebih maju industri oncom, penanaman kacang tanah yang merupakan bahan baku oncom harus digalakan kembali jangan sampai dikuasi Perusahaan-perusahaan besar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Subang M. Khadar Hendarsyah mengungkapkan pendokumentasian oncom Dawuan ini sesuai yang diamantkan Undang-undnag pemajuan kebudayaan dimana di situ ada pasal pelestarian yang meliputi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.

“Mudah-mudahan oncom dawuan ini bisa menjadi WBTB dan kami akan mengusung terus. Tentunya perlu adanya kajian ilmiah, ini yang sedang dilakukan BPNB yang merupakan kepanjangan tangan dari Kemendikbud. Mudah-mudahan Subang akan memiliki tambahan, setelah sisingaan, kolecer dan bajidoran,” katanya.

Selain oncom Dawuan kesenian Genjring Bonyok juga akan diusung untuk menjadi WBTB asal Kabupaten Subang.

Turut hadir dalam perekaman dokumentasi oncom Dawuan Mella Gustina dari Patriot Budaya. Dirinya sangat menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya untuk pendokumentasikan kebudayaan yang ada di desa-desa.