Makan Enak Sambil Belajar Budidaya Tin dan Anggur di Saung Tinanggur, Ciater

KOTASUBANG.com, Subang – Anggur. Tanaman yang aslinya berasal dari wilayah Subtropis ini ternyata juga bisa dibudidayakan di Indonesia. Di Subang, anggur juga mulai banyak yang menanam meski masih di pekarangan ataupun di kebun dalam skala kecil.

Salah seorang warga Subang yang membudidayakan anggur adalah Rinaldi. Warga Palasari kecamatan Ciater ini memiliki usaha pembibitan tanaman anggur. Berbagai jenis anggur dari berbagai negara seperti Jepang hingga Ukraina sudah dicoba dilakukan pembibitan seperti ninel, varigata, gordei, julian, harold, issabela dan yang lainnya.

Rinaldi menunjukan tanaman anggur yang dibudidayakan di pekarangan rumahnya

Pembibitan anggur ini dipadukan dengan rumah makan yang bernama Saung TinAnggur. yang berlokasi di jalan raya Palasari – Cibeusi, Kecamatan Ciater. Sesuai namanya, di rumah makan ini, pengunjung bisa menikmati berbagai menu makanan sambil melihat pembibitan tanaman anggur dan buah tin, serta tanaman lainnya.

“Konsepnya, restoran sunda dipadukan dengan agro edukasi,” ujar Rinaldi.

Beragam menu tersedia, seperti nasi liwet, bakakak ayam kampung, jengkol goreng, karedok hingga cilok goang dan tomyam serta masih banyak lagi menu lainnya. Nikmati pula segarnya es kuwut, kelapa muda, aneka jus atau minuman hangat seperti kopi dan lemon tea untuk menghangatkan dinginnya udara pegunungan di sana.

“Jadi selain makan, penunjung bisa juga belajar aneka tanaman dan membeli bibit tanaman yang tersedia di sini,” katanya.

Di Saung Tinanggur pelanggan bisa mempelajari dan membeli bibit beragam jenis tanaman

Ke depan kata Rinaldi, Saung Tinanggur akan lebih dikembangkan lagi. Nantinya tempat makan di sana akan berada di bawah rimbunan pohon-pohon anggur.

Soal harga bisa dikatakan relatif terjangkau. Satu paket nasi liwet untuk 5-6 orang misalnya, dibanderol seharga Rp. 120 ribu sudah termasuk bakakak hayam. Saung Tinanggur juga memberikan diskon khusus 10 % bagi member atau instansi tertentu diantaranya bagi karyawan JNE, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) dan PPA Institute (Pola Pertolongan Allah). Pelanggan bisa memiliki member card saung Tinanggur cukup bertransaksi minimal Rp. 700 ribu.