Inilah Alasannya Kenapa Masyarakat Menggemari Kegiatan Jual Beli Online

Pemasaran online (Sumber Foto Unsplash.com)

KOTASUBANG.com, Subang – Pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia sebagai dampak dari pandemi virus Covid-19 atau Corona yang masih berlangsung hingga kini. Masa pandemi Covid-19 atau Corona yang melanda Dunia memang telah mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia.

Semakin banyak orang yang memilih menghabiskan waktu di rumah seiring dengan anjuran pembatasan fisik (physical distancing), dan bekerja-belajar-beribadah dari rumah. Belum lagi adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah membuat mobilitas masyarakat kian terbatas.

Kondisi ini juga mengubah pola belanja masyarakat. Menurut data Analytic Data Advertising (ADA), perusahaan kecerdasan buatan, terdapat kenaikan drastis pada aktivitas jual beli online di bulan Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data Analytic Data Advertising (ADA), merebaknya pandemi Covid-19 atau Corona di Indonesia sejak awal bulan Maret lalu itu mengakibatkan penggunaan aplikasi belanja online untuk jual-beli kebutuhan sehari-hari hingga barang bekas mengalami ke’naikan’ hingga 300%.

Data serupa juga ditunjukkan oleh hasil survei YouGov yang bertajuk “Covid-19 Impact on Indonesian Consumer Behavior” yang menyebutkan adanya peningkatan belanja online sebesar 20% dan pemesanan makanan melalui delivery service sebesar 14%.

Adapun, produk yang paling banyak dicari oleh konsumen selama masa pandemi Covid-19 atau Corona antara lain masker mulut, cairan antiseptik atau penyanitasi tangan, hingga camilan sehat.

Seperti yang telah diketahui, aktivitas jual beli online semakin meningkat pesat seiring penetrasi internet yang semakin meluas pada berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 196,7 juta jiwa di kuartal 2 tahun 2020. Angka ini tentunya meningkat jika dibandingkan dengan jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2018 lalu yang hanya sebesar 171,2 juta jiwa.

Perlu dipahami, kegiatan jual beli online yang melalui dunia maya ini juga menciptakan metode jual beli yang baru. Seperti yang telah diketahui, banyak sekali perbedaan kegiatan jual beli secara langsung dengan jual beli online. Pertama, penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung. Karena tidak bertemu secara langsung, otomatis uang tunai dalam bentuk fisik tidak berlalu-lalang dalam transaksi online. Layanan perbankan pun menjadi kunci utama dari kesuksesan transaksi online.

Meski begitu, proses jual-beli online tetap mempunyai sejumlah keterbatasan. Tidak ada tatap muka langsung berarti pembeli tidak dapat mengecek langsung barang yang akan dibelinya. Selain itu, komunikasi tidak langsung juga rentan menimbulkan kesalahpahaman. Bahkan, bukan tidak mungkin pembeli akan kena tipu dari pedagang nakal.

Karena itulah ada sejumlah tata cara dan hal-hal yang perlu diperhatikan agar proses jual beli online berlangsung sukses. Berikut ini adalah tata cara jual-beli online secara umum:

  • Baik penjual maupun pembeli harus bersikap sopan.
  • Sarana komunikasi harus lancar sehingga terjadi kesalahpahaman.
  • Untuk menghindari penipuan, gunakan jasa pihak ketiga untuk menjamin keamanan pengiriman barang dan uang yang dibayarkan. Jasa pihak ketiga meliputi marketplace dan kurir pengiriman.

Sebagai informasi, baik penjual maupun pembeli, keduanya memiliki tata caranya masing-masing dalam proses jual-beli online. Berikut tata caranya:

  1. Tata Cara Penjual Online
  • Menjual barang dagangan haruslah milik sendiri yang siap dijual.
  • Karena pembeli tidak dapat melihat barang secara langsung, berikan penjelasan serinci mungkin. Berikan juga keleluasaan bagi pembeli untuk bertanya seputar barang yang akan dibeli.
  • Tentukan harga jual dan statusnya, apakah harga pas atau masih bisa ditawar.
  • Gunakan jasa pihak ketiga untuk keamanan transaksi jual-beli online.
  1. Tata Cara Pembeli Online
  • Selalu bandingkan harga barang dari satu penjual ke penjual lainnya. Dapatkan harga yang paling murah sekaligus masuk akal. Hindari penjual yang mematok harga terlalu tinggi.
  • Gunakan alat komunikasi yang mudah, nyaman, dan biasa digunakan untuk memperlancar komunikasi dengan penjual.
  • Gunakan jasa rekening bersama sebagai penampungan pembayaran sementara.
  • Tanyakan semua hal tentang barang yang akan dibeli serinci mungkin, termasuk foto dan video bila perlu. Diskusikan juga soal garansi, penukaran, dan pengembalian bila barang ternyata rusak.

Di luar semua hal itu, terdapat beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan melakukan transaksi jual beli online. Berikut beberapa keuntungannya:

Keuntungan Jual Beli Bagi Konsumen

  1. Menghemat Waktu dan Tenaga

Seperti yang sudah kamu ketahui, melakukan transaksi jual beli secara online bukan hanya memberikan kemudahan, namun juga bisa menghemat waktu dan tenaga. Sehingga kamu tidak perlu berkeliling mall atau toko. Di mana, dengan melakukan transaksi jual beli, kamu hanya perlu meluangkan waktu sebentar dengan membuka internet dan tentu saja bisa terhindar dari kemacetan jalan raya.

  1. Melakukan Perbandingan Produk dan Harga

Dengan melakukan jual beli online, kamu juga bisa membandingkan produk dan harga dengan toko online lainnya yang menyediakan dan menawarkan barang yang sama maupun serupa, sehingga kamu bisa memiliki lebih banyak pilihan. Proses belanja online juga cukup mudah untuk dilakukan, karena pembeli tidak akan menemukan banyak kesulitan untuk membeli barang yang diinginkan.

  1. Banyak Toko Online yang Sering Memberikan Promo

Bukan hanya promo pada event tertentu saja tapi juga pada hari-hari biasa. Sehingga kamu bisa melakukan belaja hemat dari barang yang diinginkan dengan harga yang lebih murah daripada berbelanja di toko fisik. Selain itu, untuk mendapatkan promo-promo ini kamu harus memperhatikan dan memonitor akun media sosial penjual maupun men-subscribe e-mail promosi dari toko online yang dipilih.

  1. Lebih Praktis dan Nyaman

Sebagai pelanggan, kamu juga bisa melakukan pembelian barang dengan mudah, cepat dan aman. Selain itu, kamu juga tidak perlu mengeluarkan ongkos pulang-pergi untuk membeli barang yang diinginkan. Namun hanya perlu membayar ongkos kirim barang dari tempat penjual untuk dikirim ke alamat rumah.

Bukan hanya itu, saat ini banyak marketplace dan e-commerce yang menawarkan ongkos kirim gratis untuk pengiriman barang dengan ketentuan tertentu, seperti minimal order ataupun maksimal jarak pengiriman.

Keuntungan Jual Beli Bagi Penjual Online

  1. Pasar Tidak Terbatas

Sebagai penjual, online shop bisa menjadi salah satu peluang dan potensi yang besar karena tidak adanya batas pasar. Di mana, semua orang bisa mengakses website penjualan kapan dan di mana saja. Kamu juga bisa meraih konsumen hingga seluruh dunia, karena bisjis ini tidak mengenal tempat maupun jarak karena target konsumen yang dapat dijangkau dengan internet menjadi lebih luas.

  1. Kegiatan Bisnis 24 Jam

Bisnis yang dilakukan online terbuka selama 24 jam dan tanpa batas waktu. Jika bisnis offline biasanya baru bisa buka jam 8 dan tutup jam 12. Bisnis online bisa beroperasi selama 24 jam untuk konsumen. Di mana, meskipun kamu meninggalkan bisnis untuk sementara waktu untuk istirahat, konsumen bisa tetap melakukan pesanan kapan dan di mana saja sesuai kebutuhan mereka.

  1. Modal Usaha yang Kecil

Jika kamu akan memulai bisnis secara online, kamu juga tidak membutuhkan modal yang banyak untuk memulainya. Modal maupun biaya yang akan kamu keluarkan akan relatif lebih kecil daripada membuka toko offline. Hal ini karena kamu tidak membutuhkan lahan atau tempat untuk berjualan, dan bisa dilakukan di rumah dengan biaya operasional yang lebih kecil.

  1. Dukungan Jasa Ekspedisi

Saat ini, kamu sudah bisa menemukan jasa ekspedisi dalam negeri yang mendukung pengiriman profesional untuk barang online. Dengan adanya jasa ekspedisi, kamu tidak perlu mengantarkan barang pesananan secara langsung. Karena pengiriman akan dilakukan oleh jasa ekspedisi tersendiri yang sudah disepakati bersama dengan pelanggan saat melakukan proses transaksi.

Perlu dipahami, para pelaku jual beli online, baik penjual maupun pembeli tentunya menginginkan proses transaksi yang aman dan nyaman bagi kedua belah pihak. Berikut ini adalah 3 jenis transaksi yang umumnya digunakan dalam kegiatan jual beli online!

  1. Transfer Bank

Transaksi dengan cara transfer bank merupakan jenis transaksi yang paling umum dan populer digunakan oleh para penjual online. Selain cukup simpel, jenis transaksi ini juga memudahkan proses konfirmasi karena dana bisa dengan cepat di cek oleh penerima dana / penjual. Proses nya adalah pertama pembeli mengirim dana yang telah disepakati lalu setelah dana masuk, maka penjual akan mengirimkan barang transaksi yang dijanjikan.

Kekurangan dari transaksi transfer bank ini adalah diperlukannya kepercayaan yang tinggi dari para pembeli sebelum memutuskan mengirim dana. Disini tidak jarang terjadi penipuan, setelah dana terkirim ternyata barang tak kunjung diterima.

Kredibilitas atau nama baik penjual dapat menjadi tolak ukur bagi para pembeli. Salah satu tipsnya adalah penjual yang kredibel biasanya telah mempunyai kerjasama dengan bank yang digunakan untuk proses transaksi. Dengan begitu keamanan dana kita bisa lebih terjamin.

  1. COD (Cash On Delivery)

Sistem COD sebenarnya masih menganut cara lama yaitu dengan bertemu antara penjual dan pembeli. Umumnya, sistem transaksi ini dilakukan dalam jual beli antar orang ke orang dan pada umumnya COD digunakan untuk barang second karena pembeli harus memeriksa dengan baik keadaan barang tersebut.

Keuntungan dari sistem ini adalah antara penjual dan pembeli lebih bisa leluasa dalam proses transaksi. Pembeli bisa melihat dengan detil barang yang akan dibeli, dan juga memungkinkan tawar menawar. Sedangkan kekurangan dari sistem ini adalah keamanan baik penjual maupun pembeli. Karena mungkin saja pihak yang akan kita temui adalah orang yang berniat jahat kepada kita.

Oleh karena itu tips yang bisa dilakukan adalah dengan menentukan tempat transaksi yang aman bisa di tempat keramaian atau pergi bersama orang yang dapat menjaga kita.

  1. Rekening Bersama (Rekber)

Jenis transaksi jual beli online yang terakhir adalah dengan menggunakan rekening bersama atau yang juga disebut dengan istilah escrow. Cara pembayaran ini sedikit berbeda dengan proses pembayaran melalui transfer bank. Jika dalam transfer bank, pihak ketiga nya adalah bank, sedangkan dengan sistem Rekber yang menjadi pihak ketiga adalah lembaga pembayaran yang telah dipercaya baik oleh pihak penjual maupun pembeli.

Dalam hal ini peran lembaga pembayaran sangatlah penting. Prosesnya yaitu pertama pembeli mentransfer dana ke pihak lembaga Rekber. Setelah dana dikonfirmasi masuk, lalu pihak Rekber meminta penjual mengirim barang yang sudah disepakati. Dan jika barang sudah sampai baru dana tersebut diberikan pada sang penjual.

Dengan sistem ini dana yang diberikan oleh pembeli bisa lebih terjamin keamanannya. Karena dananya hanya akan dilepas jika barang benar benar sudah di tangan. Jika terjadi masalah pun, dana bisa ditarik oleh sang pembeli. Sistem ini banyak digunakan pada proses jual beli antar member forum Kaskus. Setelah dipopulerkan, kini sistem Rekber pun kian diminati karena dianggap lebih aman.

Well, semoga menambah wawasanmu ya!