2 Menteri Jokowi Kembali Kunjungi Subang

KOTASUBANG.com, Subang -Dua menteri presiden Jokowi kembali mengunjungi Subang, Senin (7/12/2020) yaitu  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki dan Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro.

Senin pagi, Menteri Koperasi dan UKM RI bersama Bupati Subang H. Ruhimat meresmikan Breeding Farm Grand Parent Stock (GPS) Ayam petelur (Layer) Koperasi Pinsar Unggas Nasional Sejahtera, di Kampung Datar, Kawaor, Desa Cintamekar Kec. Serang Panjang Kabupaten Subang.

“Hari ini adalah Sejarah bagi perunggasan Indonesia di mana koperasi pinsar sekarang sudah masuk ke hulu yg nanti akan menghasilkan final stock. Grand Parent Stock (GPS) saat ini dikuasai oleh agregator atau pengusaha besar, saat ini koperasi memiliki potensi untuk itu, jadi peresmian breeding farm ini adalah tonggak bagi koperasi,” ujar Teten.

Kedepan breeding farm di desa Cinta Mekar ini akan terisi 5.000 GPS dan akan menghasilkan sekitar 450 ribu Parent Stock (PS) setiap tahunnya. Hasil produksi Pinsar nantinya akan diserap oleh sejumlah koperasi dan UMKM ayam petelur, misalnya di Lampung Bogor Ciamis Yogyakarta.

Kemudian Senin siang Menkop UKM RI bersama Menristek/Kepala BRIN melakukan kunjungan Kerja ke P2TTG (Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna) LIPI Subang.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyatakan UMKM perlu berinovasi untuk meningkatkan daya saing.

“Saat ini indeks daya saing kita berada di level 85 dari 131 negara, dan itu sangat rendah sekali. Produk UMKM harus ditingkatkan daya saingnya, baik diskala domestik maupun di skala global dan produk UMKM harus memenuhi standar global melalui sentuhan teknologi,” jelasnya di P2 TTG LIPI Subang seperti dikutip dari ttg.lipi.go.id.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya teknologi dan inovasi bagi para pelaku UMKM,

“Setelah transformasi digital, UMKM perlu terus meningkatkan kualitas dan spesifikasi produk untuk mempertahankan konsumen serta meningkatkan penjualan, dan salah satu bentuk inovasi ini adalah dengan penggunaan teknologi tepat guna,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Bambang juga mengunjungi mini pameran di Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna yang menampilkan beberapa hasil riset yang telah dikembangkan.