Festival 7 Sungai #5 Desa Wisata Cibuluh, Upaya Pelestarian Ikan Native Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Bumdes Tarungjaya desa Cibuluh besama mitra pendamping program budaya dan pariwisata, Yayasan Bale Budaya Bandung (YB3) kembali menggelar Festival 7 Sungai ke-5 ditengah pandemi Covid-19, (22/11/2020). Berbeda dari biasanya, acara festival kali ini hanya digelar secara sederhana melibatkan warga lokal tanpa mengundang tamu dari luar dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Acara ini juga bisa disaksikan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan channel youtube Kota Subang.

Menurut ketua BUMDES Tarung Jaya, Daming Agus, acara festival kali ini merupakan hasil kolaborasi antar dua komunitas sungai desa Cibuluh  yaitu Leucir Tubing dengan Komuitas Lintarmania. Leucir Tubing bersamaan dengan hari ulang tahunnya, mengusung tema silaturahmi sungai. Lintarmania dengan hari ikan nasionalnya akan mengusung tema revitalisasi ikan native 7 sungai dengan menebar ikan native di 7 ruas sungai hasil donasi dari para pelaku lintar dan mitra lintar di luar desa.

“Melihat kedua potensi tersebut, akhirnya kegiatan dari kedua komunitas di satukan oleh BUMDes dengan mengedepankan DSA Cibuluhnya yang dikemas menjadi festival 7 sungai ke 5. Hal itu merupakan salah satu upaya kontinuitas program desa wisata Cibuluh. Acara kali ini juga dukungan dari berbagai pihak seperti Astra dan FKPPI” katanya.

Acara inti festival kali ini adalah pelepasan bibit ikan native, atau ikan asli sungai di beberapa ruas sungai di Cipunagara. Jenis ikan yang dilepas diantaranya genggehek, hike, beunteur, lalawak dan alinnya. Bibit ikan ini diperoleh dari beberapa sungai lain di Subang seperti sungai Ciasem.

Pendamping desa wisata Cibuluh Bambang Subarnas mengungkapkan Festival 7 sungai ke-5 ini merupakan penanda sejarah tersendiri karena masih bisa dilaksanakan meskipun di tengah pandemi. Dengan dukungan media online meskipun di adakan secara sederhana namun bisa di saksikan di berbagai daerah.

“Festival 7 Sungai ini merupakan festival tahunan fungsinya untuk menggerakan kepariwisataan. Mempromosikan potensi budaya yang ada. Di Cibuluh budaya sungai masih terjaga hingga kini. Sehingga di sini ada komunitas-komunitas yang berhubungan dengan sungai seperti komunitas lintar, komunitas ngagogo dan yang lainnya. Dalam keterbatasan ini kami berikan peluang inisiatif kepada komunitas untuk menyelenggarakan kegiatan ini, semoga menjadi insprasi” ujarnya.

Berbagai kegiatan diselenggarakan pada Festival 7 Sungai #5 ini seperti pelepasan benih ikan native, penanaman pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan, bersih-bersih sungai dan permainan sungai.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan da Olahraga Asep Setia Permana mengapresiasi digelarnya acara festival ini yang diselenggarakan ditengah pandemi.

“Kegiatan sangat bagus binaan dari Bale Budaya Bandung dan Astra kami sangat mensupport karena Bupati dan Wakil Bupati juga memprioritaskan pengembangan wisata. Mudah-mudahan bisa menggenjot perekonomian. Semoga festival yang telah dilaksanakan 5 kali ini terus berajalan dan bisa menggenjot daerah disekitarnya,” ujarnya.