Desa Cisaat Ciater Masuk Nominasi 20 Desa Wisata Terbaik Indonesia Tahun 2020

KOTASUBANG.com, Subang – Desa Cisaat, kecamatan Ciater kabupaten Subang adalah salah satu desa wisata yang memiliki berbagai potensi wisata yang cukup banyak dan menarik bagi para wisatawan domestik dan internasional. Desa yang di kelilingi oleh perkebunan teh dan udara yang sejuk ini telah masuk dalam 20 nominasi desa terbaik se Indonesia tahun 2020. Hari ini pada tanggal (20/10/2020) desa tersebut telah dilakukan visitasi oleh Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif republik indonesia dalam rangka penilaian program pendampingan desa wisata oleh perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Deputi bidang sumber daya dan kelembagaan kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif. Penilaian ini di lakukan guna menentukan 5 besar desa wisata terbaik se-Indonesia tahun 2020.

Desa wisata Cisaat merupakan desa binaan Program Studi Perjalanan Wisata, Fakultas Ilmu sosial, universitas negeri jakarta (UNJ). Pendampingan yang dilakukan oleh UNJ ini telah dilakukan sejak tahun 2018 hingga 2020. Program pendampingan yang dilakukan oleh UNJ adalah berbasis pada penelitian dan pengabdian, yang artinya universitas negeri jakarta melakukan penelitian pengembangan desa wisata cisaat dan kemudian luaran hasil penelitian tersebut di implementasikan kepada masyarakat desa Cisaat  melalui kegiatan pengabdian dan pendampingan masyarakat.

Menurut Rahmat Darmawan selaku ketua tim pendampingan desa wisata UNJ, Konsep besar yang di kembangkan oleh UNJ dalam program pendampingan tersebut adalah dengan mengembangkan model wisata edukasi di desa Cisaat yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat. Wisata edukasi yang di kembangkan adalah berupa kegiatan rekreatif-edukatif yang dikemas dalam suatu pola perjalanan wisata. Produk wisata edukasi ini menjadikan seluruh potensi yang ada di desa sebagai daya tarik wisata sekaligus sebagai media pembelajaran luar sekolah, hal ini ternyata sangat mendukung program merdeka belajar yang di canangkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan.

Berbagai materi yang di berikan dalam program pendampingan tahun 2020 kali ini adalah tentang Clean, Health, safety and environmental sustainability (CHSE), exploring & packaging dan service quality serta sapta pesona.  Adapun pendampingan yang sebelumnya yaitu pada tahun 2019 adalah mengenai pemanduan wisata, homestay dan sadar wisata. Dalam rangka memaksimalkan program pendampingan desa wisata ini pihak UNJ juga menggandeng mitra industri perjalanan wisata yaitu wiyata tour & travel yang berlokasi di Jakarta. Produk yang merupakan luaran dari hasil penelitian ini diberikan kepada mitra industri untuk kemudian di pasarkan di wilayah jakarta dan sekitarnya. Produk tersebut ternyata sangat di diterima oleh segmen pasar pendidikan di wilayah jakarta dan sekitarnya. Hal ini terbukti bahwa wiyata tour & travel telah membawa tamu kurang lebih sebanyak 1.449 siswa pada tahun 2019 melalui progam wisata edukasi desa wisata cisaat.

Visitasi oleh Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif Republik Indonesia dalam rangka penilaian program pendampingan desa wisata oleh perguruan tinggi

Menurut kepala desa Cisaat Suryana, Program pendampingan yang dilakukan oleh UNJ ternyata tidak hanya memiliki dampak ekonomi namun juga mampu merubah mindset masyarakat desa Cisaat Subang.

“Saat ini masyarakat telah memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kebersihan, sehingga perangkat desa tidak lagi  mengalami kesulitan untuk mengarahkan masyarakat membersihkan lingkungan tempat tinggalnya”katanya.

Pemerintah melalui kepala seksi bidang pemberdayaan masyarakat Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga Kabupaten Subang Ida Erlinda mengatakan pemerintah kabupaten Subang sangat bangga bahwasanya desa wisata cisaat kecamatan Ciater, telah masuk dalam nominasi 20 desa wisata terbaik se-Indonesia.

“Kami berharap bahwa desa Cisaat bisa masuk dalam 3 besar desa wisata terbaik se-Indonesia, hal ini tentunya akan meningkatkan motivasi desa wisata lainnya yang ada di seluruh kabupaten Subang untuk terus berkarya dan berkreativitas memajukan desanya,” katanya.

Selain itu dirinya juga meyakini bahwasanya potensi desa-desa wisata di kawasan kabupaten Subang masih banyak dan dapat dikembangkan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat.