Pelabuhan Patimban dan Segitiga Rebana akan Buka 4,3 juta Pekerjaan

KOTASUBANG.com, Subang – Pemerintah Provinsi Jawa Barat percaya diri Pelabuhan Patimban akan menjadi pusat pertumbuhan kota metropolitan baru dalam pengembangan segitiga emas Rebana, Jawa Barat.

Dalam 10 tahun diharapkan dapat membuka lapangan kerja hingga 4,3 juta pekerjaan yang terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri di segitiga rebana serta penambahan progresif pertumbuhan ekonomi Jawa Barat 4–5 persen per tahun.

Gubernur Jawa Barat Ridwan KamilĀ menuturkan dalam proyek segitiga rebananya, akan tumbuh 13 kawasan industri baru dalam segitiga Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dan Kota Cirebon. Kawasan tersebut akan menjadi metropolitan baru yang menjadi mesin ekonomi Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban menjadi pusat pertumbuhannya.

“Segitiga rebana dengan mesin industrinya, dapat menumbuhkan 4,3 juta pekerjaan dalam 10 tahun. Dengan pertumbuhan ekonomi menjadi 5-10 persen, saat kami masih tumbuh positif 5 persen, pertumbuhan bisa tambah 4-5 persen,” ujarnya, Senin (16/11/2020).

Dia menegaskan koneksi ke arah segitiga rebana dan Pelabuhan Patimban di dalamnya menjadi kunci keberhasilan targetnya tersebut. Kang Emil mengakui akses ke Bandara Kertajati belum maksimal karena koneksi masih perlu diperbaiki.

“Pemerintah pusat juga sudah sudah jalan membangun tol utara-selatan Jabar, Cipali koneksi patimban, jalur kereta api, vertikal utara-selatan, jadi hal ini sebuah keunggulan, kami ingin melihat Patimban tak hanya fokus di pelabuhannya,” katanya.

Dia mengharapkan kawasan di sekitar Pelabuhan Patimban dapat menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Mantan Walikota Bandung ini mengusulkan wilayah Patimban didesain sebagai kota pelabuhan yang memenuhi aspek tata kota yang baik dan mampu menampung 1 juta penduduk.

Menurutnya, dengan begitu, kawasan Patimban tidak akan menjadi seperti Pelabuhan Tanjung Priok yang pelabuhannya sudah berfungsi tetapi tata ruang tak maksimal.

“Patimban ini bisa menjadi tata kota kelas dunia, ada alun-alun hijau, rekreasi di pantai, tapi jantung kegiatan di pelabuhan,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan kerja sama dengan Inggris membangun Politeknik Maritim agar kebutuhan tenaga kerja pelabuhan dapat diisi oleh warga lokal sekitar Subang.

Sumber : Bisnis.comĀ