Pembangunan Gedung Kesenian Dan Bioskop di Subang, Ini Kata Wagub

Gedung Ex-Bioskop Chandra Theater Mengalami Masa Kejayaan Medio 90-an, Saat itu Bioskop Merupakan Tempat Hiburan Favorit Warga Subang

Bioskop Chandra Theater Mengalami Masa Kejayaan Medio 90-an, Saat itu Bioskop Merupakan Tempat Hiburan Favorit Warga Subang. Saat Ini Gedung Bekas Bioskop Ini Dibiarkan Terbengkalai.

Subang adalah Kabupaten yang kaya akan seni budaya. Perbedaan kultur antara Subang utara, tengah dan selatan menjadikan seni tradisi di Subang semakin beragam. Namun sayang hingga kini Subang belum memiliki gedung kesenian yang representatif. Ditanya mengenai hal ini Wakil Gubernur Jawa Barat yang hadir dalam acara adat di Banceuy (30/10/2013) malah balik bertanya.

“Di Subang banyak ga seniman yang menginginkannya ?” Deddy balik bertanya.

Menurutnya, kalau memang banyak seniman Subang yang menginginkan hal tersebut, pihaknya berharap Pemkab pro aktif untuk mengusulkannya kepada Pemprov.

“Silahkan Pemkab sediakan lahan untuk pembangunan Gedung Kesenian, kalau lahannya tidak ada gimana bisa bangun?, untuk anggaran pembangunannya, Pemprov pasti bantu,” ungkapnya.

Selain pembangunan Gedung Kesenian yang menjadi janji kampanyenya beberapa waktu lalu, dalam program kerjanya Wagub juga berencana menghidupkan kembali bioskop-bioskop daerah. Terkait hal ini ia mengatakan harus menggandeng pihak lain untuk mewujudkannya. Wagub mencontohkan rencana proyek pembangunan bioskop di Sukabumi yang melibatkan PD Jawi. PD Jawi (Jasa dan Pariwisata) di didelegasikan untuk memanfaatkan berbagai aset yang dimilikinya di beberapa daerah untuk dijadikan Bioskop.

“Di Sukabumi ada aset PD Jawi yang bisa dibangun menjadi Bioskop, kalo di Subang saya belum tahu,” katanya.

Terkait rencana Pemkab Subang yang akan membangun pusat perbelanjaan tahun depan dan kemungkinan di bangun bioskop ditempat yang sama, Deddy menyetujui di sana dilengkapi bioskop.

“Kalau memang Pemkab punya rencana membangun pusat perbelanjaan, ya harusnya di sana ada bioskopnya, tapi kalau gedung kesenian kurang relevan lah kalau digabung di mall” ungkapnya.

Sebelumnya Deddy mengatakan, bukan berarti boleh membangun mall dengan alasan untuk bioskop. Ia berharap hal itu tidak dipaksakan.