Carita Bangkitnya Kopi Subang di Cupunagara

KOTASUBANG.com, Subang – Siapa tak mengenal kopi, komoditas unggulan ini sudah ada di Indonesia hampir 3 abad lamanya. Kopi sempat menjadi komoditas unggulan di pulau Jawa termasuk Subang, sebelum kemudian berganti menjadi perkebunan teh dan kina. Kini kopi mulai kembali menggeliat di Kabupaten Subang, berawal dari desa Cupunagara di tapal batas Subang bagian selatan.

Desa Cupunagara berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung Barat. Terletak di ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut, desa ini dikelilingi pegunungan, hutan dan hamparan hijau perkebunan teh dan kopi.

Kepala Desa Cupunagara Wahidin Hidayat mengatakan komoditas kopi di desa ini pertama kali ditanam pada zaman kolonial dengan jenis kopi robusta hingga kemudian sebagian besar beralih tanam menjadi teh. Hingga kemudian kopi baru mulai digalakan kembali dari tahun 2012 dengan mengembangkan kopi arabika. Baru-baru ini para petani setempat juga mulai menanam kopi secara organik.

“Saat ini pengembangan kopi arabika di desa Cupunagara sudah mencapai 200 hektar yang melibatkan hingga 250 warga di desa Cupunagara,” katanya.

Kebun-kebun kopi ini merupakan milik warga setempat dan ada pula yang milik Perhutani. Sebelum menanam kopi sebagian dari mereka asalnya menanam sayuran di kebunnya.

Kopi, kini menjadi keseharian warga desa Cupunagara. Setiap harinya petani-petani kopi bekerja memetik biji kopi matang dari jam 7 pagi hingga tengah hari. Selanjutnya, biji- biji kopi ini ada yang langsung dikeringkan dan ada pula yang melalui tahapan perendaman dan penggilingan untuk melepas kulit kopi sebelum di keringkan.

Pengeringan kopi ada yang langsung di jemur di tanah lapang ada pula yang disimpan di dalam ruang pengering menyerupai green house. Umumnya biji-biji kopi yang dikeringkan di dalam green house akan diolah menjadi kopi premium.

Biji-biji kopi ini kemudian dijual kepada berbagai pihak, termasuk diantaranya melalui Bumdes Mukti Raharja desa Cupunagara. Kopi-kopi yang berasal dari Cupunagara kini mulai dikenal melalui berbagai merek, seperti kopi Canggah yang di produksi oleh Bumdes, kemudian Cupumanik, Hofland dan Jawarana.

Cerita mengenai kopi di Kabupaten Subang selengkapnya dapat di saksikan di channel Youtube Kota Subang dalam segmen Carita “Kopi Subang”.