Kisah Inspiratif Barber Retro Subang, Barbershop Langganan Ekspatriat

KOTASUBANG.com, Subang – Tatanan rambut pria kini bukan hanya tentang kerapihan semata, namun lebih dari itu gaya rambut pria menjadi bagian penting dari sebuah fesyen. Hal ini tentunya menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Adalah Achmad Hakiki, pemuda Subang yang membaca peluang tersebut. Dirinya memberanikan diri membuka barbershop di kota Subang sejak 2019 lalu. Tak disangka, usahanya bisa dikatakan berhasil. Dalam waktu singkat, kini dirinya sudah memiliki 3 cabang. Di kota Subang, barbershop dengan brand Barber Retro ini berlokasi di jalan Soklat dan di perempatan Cadika (depan Tokma), sementara 1 cabang lainnya berada di Cikampek, Karawang.

Dibalik keberhasilan ini tentunya ada kualitas yang diberikan. Tempat yang nyaman, kapabilitas barber dan pelayanan yang prima tentunya memberi kepuasan bagi pelanggan.

“Bahkan kini, pelanggan kami bukan hanya warga lokal, tapi juga ekspatriat terutama dari Korea yang tengah bekerja di Subang,” ujar anak muda yang akrab disapa Kiki ini.

Achmad Hakiki (bertopi) tengah melayani pelanggannya

Dengan ilmu yang dimiliki ownernya, para pelanggan akan dipuaskan dengan beragam pilihan gaya potongan rambut, dari potongan rambut jadul hingga yang paling kekinian.  Sementara, terkait harga, Barber Retro memiliki harga yang bersahabat, mulai dari Rp. 30 ribu. Tentunya sebanding dengan kualitas prima yang diberikan.

Keberhasilan ini juga tentunya tidak diperoleh dalam waktu sekejap namun merupakan buah kerja kerasnya sejak lama. Dari masih duduk di bangku sekolah, karena bakat yang dimilikinya,  Kiki kerap dimintai rekan-rekannya untuk memotong rambut. Namun dengan bakat ini tidak langsung terfikir untuk menjadi sumber penghasilan ketika itu.

Tahun 2014 dirinya memberanikan diri bekerja di Korea Selatan. Selama bekerja di sana, dirinya berfikir jauh kedepan. Kiki bekerja sambil melanjutkan pendidikan jurusan Administrasi Bisnis hingga lulus menjadi sarjana di sana. Pendidikan dan penghasilan yang diperolehnya selama bekerja tersebut menjadi modal untuk memulai usaha baru sepulangnya ke tanah air.

Sepulangnya dari Korea Selatan, dia kemudian pergi ke Malang untuk mengasah kemampuannya menjadi barber profesional. Di sebuah barbershop di sana, selain meningkatkan kemampuan untuk memotong rambut, dia juga belajar mengenai manajemen pengelolaan barbershop.

Barber Retro Barbershop

Pulang dari Malang, Kiki tak langsung membuka barbershop. Tak ingin maju sendiri, dia kemudian mengajak teman-teman di daerahnya untuk belajar menjadi barber. Gayung bersambut, beberapa temannya kemudian mau belajar bersama menjadi barber yang kini kemudian bekerja di barbershop miliknya. Sebagian diantara mereka awalnya bahkan tak memiliki pekerjaan, barbershop ini kemudian menjadi sumber penghasilan mereka.

“Salah satu tujuan saya memang memberdayakan teman-teman pengangguran. Asalkan ada kemauan, saya akan mengajarkan mereka menjadi barber,” katanya.

Menurutnya, siapapun bisa menjadi barber asal ada kemauan. Dengan sekitar 12 kali pertemuan atau sekitar 2 bulan, orang yang tadinya tidak bisa memotong rambut pun akan bisa menjadi barber. Apalagi yang sudah memiliki bakat, tentunya akan lebih cepat dari itu.

Apa yang dilakukan Kiki tentunya menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Subang. Bahwa, bekerja itu tidak melulu harus di perusahaan atau di pabrik, namun masih banyak pilihan lain seperti menjadi barber atau membuka usaha sendiri.

“Awalnya juga saya disuruh orang tua kerja di pabrik, tapi Alhamdulillah, sekarang sudah bisa membuktikan, bisa menjalankan usaha ini,” katanya.

Ke depan dirinya berencana terus mengembangkan usahanya dengan membuka cabang-cabang lainnya diantaranya kemungkinan membuka sistem frenchise.

Kontak :

IG @barber_retro_barbershop

FB Barber Retro Barbershop

WA 081214128113