Historical Trip ke PLTA Tjinangling Bersama Komunitas Pegiat Sejarah Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Kabupaten Subang, kaya akan peninggalan bersejarah, diantaranya peninggalan kejayaan masa Pamanoekan & Tjiasem Landen. Salah satu peninggalan penting masa P & T Land adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Tjinangling, yang terletak di Kecamatan Dawuan.

Kamis (23/7/2020), puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Pegiat Sejarah Subang melakukan Historical Fun Trip ke PLTA tersebut  dalam acara Ekskursi sejarah, Dam TjoeroegAgoeng Waterkrachtwerk Tjinangling. Historical Fun Trip ini sudah digelar ketiga kalinya oleh komunitas tersebut, setelah sebelumnya digelar di Bukanagara dan Manyingsal.

PLTA Cinangling merupakan salah satu Pembangkit Listrik dari  3 PLTA peninggalan kolonial yang ada di kabupaten Subang. PLTA lainnya terdapat di Cijambe dan Gunung Tua. PLTA Cinangling berhenti beroperasi sejak tahun 2017 yang lalu.

PLTA CInangling tahun 2020

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Subang Anggi, mengungkapkan PLTA Cinangling memiliki nilai sejarah yang sangat penting, karena PLTA ini merupakan salah satu yang tertua di Jawa.

“Namun sayang, belum banyak yang tahu. Mari bersama-sama kita blow up bahwa di Subang terdapat PLTA yang tertua,” ungkapnya.

Kedepan tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Subang yang belum ditetapkan menjadi Benda Cagar Budaya untuk segera direkomendasikan menjadi Cagar Budaya. Dengan demikian pelestarian kawasan tersebut akan terjaga dan terpelihara. Kawasan cagar budaya juga bisa menjadi destinasi wisata yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Andi Aris, Ketua Komunitas Pegiat Sejarah Subang mengungkapkan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan identitas mengenai Subang semakin terungkap.

“Kami mencoba menggali informasi mengenai sejarah-sejarah Kabupaten Subang. Harapannya identitas mengenai Subang semakin terungkap, sehingga generasi yang akan datang bisa lebih tahu sejarah Subang seperti apa. Saya harap kegiatan ini bisa berkontribusi bagi Kabupaten Subang,” ujarnya.

Kepala Seksi Sejarah dan Nilai Tradisi Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Yayan Suryanata mengungkapkan apresiasinya dengan diselenggarakannya acara seperti ini. Dirinya berharap, kedepan dengan acara seperti ini akan lebih banyak yang bisa menuliskan sejarah Subang. Untuk itu, kedepan, pihaknya akan memfasilitasi diselnggarakannya pelatihan penulisan sejarah.

Hal senada di sampaikan Kepala UPTD Museum Daerah Subang, Hendrik. Dirinya berharap ada notulensi atau pencatatan dari informasi-informasi yang terhimpun dalam diskusi di lokasi yang bernilai sejarah tersebut.