Status Normal, Tangkuban Parahu Kembali Dibuka

tangkuban parahu subang jabarPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Tangkubanparahu dari waspada menjadi normal terhitung pukul 15.00, Minggu (27/10/13).

Ketua Tim Tanggap Darurat dari PVMBG, Umar Rosadi, mengatakan, status normal diberlakukan setelah mencermati aktivitas vulkanik Gunung Tangkubanparahu yang menunjukkan penurunan dari berbagai aspek.

“Dasar penurunan itu setelah melihat aspek kadar gas, deformasi, maupun aktivitas kegempaannya. Semuanya menunjukkan penurunan. Begitu juga dengan asap yang muncul dari kawah, menunjukkan penurunan,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (27/10/13).

Dia menambahkan, setelah status Gunung Tangkubanparahu normal, PVMBG merekomendasikan agar setiap orang yang mengunjungi Gunung Tangkubanparahu tidak turun ke Kawah Ratu.

Status waspada Gunung Tangkubanparahu mulanya diberlakukan setelah terjadi letusan freatik pada Sabtu (5/10/2013) pagi. PVMBG kemudian mengeluarkan rekomendasi agar tidak ada aktivitas manusia sejauh 1,5 km dari Kawah Ratu.

Kemudian selama empat hari berturut-turut sejak Sabtu, terjadi sebelas kali letusan freatik. Letusan terakhir terjadi pada Selasa (8/10/2013) malam pukul 22.49. Amplitudo getaran dari letusan tersebut berada di atas 50 milimeter. Adapun durasinya mencapai tujuh menit.

Setelah letusan terakhir, aktivitas kegempaan Gunung Tangkuban menunjukkan adanya gempa vulkanik, tektonik, serta tremor terus menerus. Kandungan gas SO2 dan H2S pun kadarnya berada di atas ambang batas normal. Saat itu, PVMBG belum mencabut status waspada Gunung Tangkubanparahu.

Tremor terus menerus kemudian sempat terjadi pada Senin (14/10/2013). Hal itu berlangsung selama delapan hari, hingga akhirnya tremor terus menerus itu menghilang. Tercatat, status waspada Gunung Tangkubanparahu berlangsung selama 23 hari.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada (pengelola Taman Wisata Alam Tangkubanparahu), Putra Kaban, mengatakan, telah menerima informasi dari PVMBG bahwa status Gunung Tangkubanparahu sudah normal. Berdasarkan informasi tersebut, dia mengatakan, pihaknya mulai membuka kawasan TWA pada Senin (28/10/13) ini. “Besok (Senin) kami langsung buka seperti biasanya,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan arahan bagi para pedagang yang biasa berjualan di sekitar Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu. “Arahan-arahan akan kami lakukan dahulu terhadap para pedagang. Terutama untuk memahami situasi di kawah pada saat ini,” ujarnya.

Pihak pengelola sempat menyebutkan data jumlah pedagang yang berjualan di sekitar Kawah Ratu berjumlah 1.000 pedagang. Semenjak Gunung Tangkubanparahu dinyatakan tertutup bagi pengunjung, pedagang di sekitar Kawah Ratu banyak yang menjajakan dagangannya dengan berkeliling di luar kawasan Gunung Tangkubanparahu.

Pada Jumat (25/10/2013) lalu, sekitar seratus pedagang yang biasa berjualan di bibir Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu melakukan doa bersama di area pintu masuk TWA Gunung Tangkubanparahu. Mereka mengharapkan agar kondisi Gunung Tangkubanparahu normal kembali, sehingga bisa berjualan seperti biasanya.

Sejumlah pedagang yang biasa berjualan di kawasan TWA mengaku pendapatannya berangsur-angsur menurun ketika aktivitas vulkanik Gunung Tangkubanparahu meningkat.(PR)