Di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Bentuk KKN Mahasiswa UNS di Subang

KOTASUBANG.com, Subang – Di akhir tahun 2019, China dikejutkan dengan penyakit menular yang menyebabkan banyak warganya meninggal dunia. Penyakit menular ini menyebar hingga ke negara-negara lain. Pada tanggal 12 Februari WHO menetapkan penyakit menular ini disebut COVID-19.

COVID-19 kemudian mulai menyebar di Indonesia sejak Maret 2020. Penyakt ini kemudian sangat mempengaruhi aktifitas masyarakat Indonesia. Kebijakan-kebijakan baru pun dibuat untuk mengurangi penyebaran COVID-19 ini.

UNS sebagai perguruan tinggi negeri terpanggil untuk terjun mengurangi penyebaran COVID-19 dalam bentuk KKN UNS era COVID-19 menggantikan KKN tematik periode Juli-Agustus. KKN era COVID-19 ini sangat berbeda dengan KKN tematik yang biasanya dilaksanakan. Banyak kegiatan harus dilakukan secara online atau komunikasi yang mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan untuk menangulangi penyebaran COVID-19.

UNS lalu menyebar mahasiwanya untuk melakukan KKN UNS era COVID-19 ini di domisili masing-masing melalui tiga tahap. Arini Ratnasari merupakan salah satu  mahasiswa progam studi Statistika UNS yang melaksanakan KKN UNS era COVID-19 pada tahap 1. Arini melaksanakan KKN ini di RT 59, RW 17, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. KKN dilaksanakan pada tanggal 1 Mei hingga 10 Juni 2020.

“Kesadaran akan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) warga masih perlu ditingkatkan. Tempat cuci tangan di beberapa tempat umum seperti masjid masih kurang. Padahal di era new normal ini kebiasaan untuk rutin mencuci tangan haruslah diterapkan,” katanya.

Menurut Arini, gejala dan cara pencegahan juga perlu diketahui oleh warga sebagai bentuk kewaspadaan dini warga. Oleh karena itu, Arini melakukan program KKN berupa pembuatan tempat cuci tangan di Masjid Jamie Al-Muhsin, dan edukasi PHBS, gejala, dan cara pencegahan COVID-19.

Pandemi Covid-19 menyebabkan warga semakin sulit memenuhi kebutuham pokoknya. Oleh karena itu, dirinya berinisiatif melakukan distribusi sembako sebagai penguatan ketahanan pangan pada lima kepala keluarga di RT 59. Selain itu dirinya juga memberikan edukasi tentang manfaat yang dapat diperoleh dari stay at home melalui media sosial Instagram dan whatsapp story.

Warga setempat menyambut positif kegiatan KKN UNS era COVID-19 ini.

“Banyak warga yang mengapresiasi dan mendukung saya untuk melanjutkan program ini,” ujarnya.