Lika, Ikan Monster Penghuni Sungai Cipunagara

Ikan Lika (Bagarius Yarelii) (Foto : the-goonch-catfish.blogspot.com)

KOTASUBANG.com, Subang – Kabupaten Subang memiliki keragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya, baik di daratan, sungai maupun di lautan. Namun sayang, kini keragaman hayati tersebut mulai terancam, diantaranya beragam jenis ikan native atau ikan asli yang sudah semakin jarang ditemui di sungai-sungai di Subang.

Salah satu ikan native yang hidup di perairan sungai di Subang adalah ikan lika (Bagarius Yarelli). Ikan ini bisa dibilang ikan monster yang hidup di aliran sungai Cipunagara. Di sebut ikan monster karena rupanya yang sangar dan ukuran ikan ini bisa sangat besar. Di Jawa Barat selain hidup di sungai Cipunagara ikan ini dulu banyak ditemui di sungai Citarum. Ikan jenis ini juga merupakan penghuni asli sungai-sungai besar di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Ikan Lika dari sungai Cipunagara, Subang

Disadur dari laman Facebook Pustaka Ikan Native Jawa Barat, ikan lika dikenal pula di dunia Internasional dengan nama Goonch. Ikan ini ramai diberitakan media sebagai ikan monster dengan panjang 2 meter pemakan jasad manusia di sungai Kali dan Gangga,  India.

Ikan lika termasuk sebagai ikan purba. Nama ikan Lika ini bahkan digunakan sebagai sebutan untuk profesi pencari ikan dalam tradisi masyarakat Sunda lama, yang di sebut Palika seperti disebutkan dalam kitab Siksakandang Karesian.

Selain ikan lika, ikan native yang hidup di aliran sungai di Subang diantaranya ikan salusur yang juga merupakan ikan purba, kemudian ada pula ikan kancra (masheer) yang dikeramatkan di beberapa daerah. Ada pula ikan leat yang menjadi toponimi nama sungai di Tanjungsiang, yaitu sungai Cileat.

Ikan native sungai di Subang (Doc. Lintar Mania)
Ikan native sungai di Subang (Doc. Lintar Mania)

Ikan native lainnya adalah Hampal, Lalawak, Turub Hawu,Tagih, Genggehek, Hike, Kehkel, Paray, Jeler, Sengal, Berod, Arelot, Tawes, Lubang, Lele, Nilem, Bogo dan Beunteur. Sebagian besar ikan native sungai di Subang ini hampir punah salah satunya karena tergeser oleh ikan-ikan asing seperti ikan mas, mujair, nila dan  ikan lainya yang kini dengan mudah ditemui di aliran sungai di Subang.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan ini, warga sekitar sungai Cipunagara membentuk Komunitas Konservasi Ikan Native Subang (Lintarmania) yang sejak tahun 2004 telah melakukan penelusuran sungai untuk pendataan jenis-jenis ikan native yang masih bisa ditemui. Sungai-sungai yang menjadi obyeknya adalah sungai Cipunagara dengan anak sungainya, sungai Ciasem dengan anak sungainya, sungai Cilamaya dan Citarum (Tarum Timur).

Penelusuran sungai komunitas Lintar Mania untuk pendataan ikan native

“Kami, sebagai anggota masyarakat dari kawasan Subang, telah merasakan bahwa kehidupan kami ditopang oleh kondisi ekosistem alam lengkap dengan keragaman hayatinya. Kami ingin berpartisipasi untuk ikut melakukan pelestarian lingkungan dengan keragaman hayatinya. Penguatan kelestarian tersebut, kami pandang perlu didukung oleh kebijakan pemerintah, sehinggga program dapat dilakukan dengan sinergitas berbagai
pihak,”kata Daming Agus pegiat Komunitas Konservasi Ikan Native Subang (Lintarmania).

Menurut pemantauannya di lapangan, mulai terlihat eksplorasi lingkungan yang dapat berakibat keseimbangan lingkungan dan kekayaan hayati di kawasan ini terganggu.