Peringati Hari Lahir Bung Karno, GMNI Subang Gelar Webinar Kebangsaan

KOTASUBANG.com, Subang –  Memperingati hari lahir bung Karno, GMNI Subang menggelar webinar kebangsaan melalui zoom meeting bertajuk “Bung Karno dan Pancasila dalam Perpekstif Berbangsa aan Bernegara”, Selasa (10/6/2020).

Kegiatan webinar ini menghadirkan beberapa stakeholder, diantaranya Fernando Manggala Yudha (Aktivis GMNI Subang), Sugianto S.Kom (Ketua PA GMNI Subang), Wahyu Khanoris (Ketua DPD GMNI Jawa Barat), dan Dr. Abdy Yuhana, S.H.,M.H. Sebagai Keynote Speaker. Kegiatan ini diikuti oleh kader GMNI Subang, PA GMNI Subang dan organisasi kepemudaan lainnya.

Hegar panitia acara dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi kebangsaan agar kader GMNI mampu menggali Pancasila lebih jauh lagi melalui Webinar.

Dalam paparannya Wahyu Khanoris menyampaikan bahwa konsep Pancasila itu sendiri diambil dari beberapa literatur, salah satunya diambil dari literatur Mahatma Gandhi, karena paham Pancasila itu sendiri tidak diambil atas paham RAS, bukan juga atas paham suatu golongan tertentu.

Di sisi yang lain Sugianto menyampaikan bahwa masih minimnya wawasan kebangsaan dari masyarakat perihal mengilhami Pancasila, dikarenakan adanya krisis kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan salah satunya melalui gotong royong.

Dalam pemaparan materinya, Dr. Abdy Yuhana, S.H.,M.H. menjelaskan bahwa kita melihat bung Karno itu bisa dilihat dari beberapa perpekstif, baik itu dari kacamata ilmiah ataupun dari kacamata yang lain. Ia pun menjelaskan bahwa bung karno paham betul bagaimana geopolitik indonesia itu sendiri, karena apabila suatu bangsa tidak memahami geopolitiknya maka bangsa itu akan menjadi bangsa kuli, karena mereka tidak mengetahui potensi yang dimiliki oleh negaranya.

“Dan disisi lain, tugas kita sebagai kader GMNI harus bisa offensif ketika ada suatu kelompok tertentu yang merongrong pancasila, jangan selalu deffensif. Karena sampai hari ini, belum ada ideologi yang lain yang mampu diterima di Indonesia, terkecuali Pancasila,” katanya.