Pengusaha Hotel dan Restoran Subang Bersiap Hadapi New Normal

KOTASUBANG.com, Subang – Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Subang bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Subang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi New Normal untuk Hotel dan Restoran di Villa & Hot Spring Resort – Sari Alam Ciater Subang, Jum’at (5/6/20). Hadir dalam kesempatan tersebut segenap pengurus dan anggota PHRI Subang.

Tujuan dari sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya tetap jalannya perekonomian dalam bidang perhotelan dan restoran namun dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, salah satu contohnya hotel dan restoran akan beroperasi namun menerapkan social distancing dan pembatasan jumlah pengunjung.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dalam pembukaan Sosialisasi New Normal Untuk Hotel dan Restoran berharap agar seluruh hotel dan restoran di Kabupaten Subang melaksanakan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kemenkes dan Kemendagri serta terus berkoordinasi dalam pelaksanaannya dengan pemerintah daerah Kabupaten Subang melalui Dinas Kesehatan dan Disparpora Kabupaten Subang.

“Mohon dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh pengusaha hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Subang agar melaksanakan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kemenkes dan Kemendagri dalam mempertahankan kelangsungan usaha,” katanya.

Wakil Bupati juga memohon dukungan dalam lomba inovasi daerah dalam penyiapan dan rencana pelaksanaan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI.

Wakil Bupati Subang mengungkapkan sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang perpanjangan PSBB, bahwa perpanjangan PSBB tersebut di mulai tanggal 30 Mei – 12 Juni 2020 untuk Kabupaten Subang dan harus disikapi sebagai periode sosialisasi dan adaptasi menuju tatanan kehidupan normal baru atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) khususnya di sektor Pariwisata.

“Dalam AKB secara perlahan aktivitas sektor pariwisata dapat dilaksanakan, akan tetapi diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat,” pungkasnya.