Pemkab Subang Akan Berlakukan PSBB Parsial di Kecamatan dan Desa Berikut

KOTASUBANG.com, Subang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang telah mengusulkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan secara parsial yang nantinya akan diajukan melalui pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk diteruskan ke Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

PSBB secara parsial tersebut akan diberlakukan di Kecamatan dan desa dengan memfokuskan wilayah yang sudah ada kasus terkonfirmasi positif cukup tinggi. Diantaranya di Kecamatan Subang dan Cipeundeuy. Dan 9 Desa di Kabupaten Subang, Desa Sukamandi (BB Padi) Kecamatan Ciasem, Desa Sindangsari (Kp.Limaratus) Kecamatan Kasomalang, Desa Ciater Kecamatan Ciater, Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati, Desa Citrajaa Kecamatan Binong, Desa Sukasari Kecamatan Sukasari, Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon, Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe, dan Desa Simpar Kecamatan Cipunagar

Hal tersebut disampaikan Bupati Subang, H.Ruhimat usai memimpin rapat Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Subang terkait menanggapi hasil evaluasi PSBB se-Jawa Barat bertempat di ruang rapat Bupati Subang, Senin (18/5/2020).

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, Sekda Subang H.Aminudin selaku Ketua harian TGTPP Covid-19 Subang, para Kepala OPD, dan camat.

“PSBB serentak di Jawa Barat akan berakhir 19 Mei 2020, dari hasil evaluasi, Sabtu (16/5/2020) PSBB per-Kabupaten/Kota dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang berada di Level 3 (Cukup Berat) Persebaran Kewaspadaan Covid-19. Direkomendasikan untuk diberlakukan PSBB secara parsial,” katanya.

Seperti diketahui, Level 3 kategori cukup berat, dengan kondisi masih ditemukan kasus Covid-19 pada klaster tunggal. Tindakan yang harus diambil dari segi pembatasan mobilitas adalah tetap memaksimalkan mobilitas antarprovinsi dan kabupaten/kota.

Dari segi aktivitas, tetap membatasi aktivitas seperti pembelajaran, kantor, keagamaan, fasum, sosial budaya, dan pergerakan orang/barang). Dari segi physical/social distancing, pembatasan maksimal 10 orang. Dari segi tracing dan tes massal juga tetap dianjurkan.

Serta dari segi isolasi dan karantina mesti dilakukan pada orang dengan risiko tinggi (>70 tahun) dan orang sakit. Pada level ini, bisa dipertimbangkan aktivitas di wilayahnya diberlakukan PSBB parsial.