Sebaiknya Tahu, Ini Kisah Perjuangan Pasien asal Subang yang Sembuh Melawan Covid-19

KOTASUBANG.com, Subang – Hingga hari ini, Minggu (17/5/2020) jumlah pasien Covid-19 di Subang yang telah dinyatakan sembuh sudah mencapai 9 orang dari 37 kasus yang dinyatakan positif Covid-19. Salah seorang warga yang telah dinyatakan sembuh adalah Indratno, warga BTN Ciheuleut, Subang.

Melalui kanal Youtube Pemkab Subang, dirinya dengan sukarela berbagi pengalamannya selama dirawat sampai dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Indratno bercerita awal mula kejadian dirinya bisa terkena Covid-19. Kejadian tersebut diawali pada tanggal 9 Maret 2020 ketika dirinya harus ke Bandung untuk mengurus mutasi kendaraan. Ketika itu dirinya belum merasa ada yang aneh dan masih beraktivitas seperti biasa dan berinteraksi dengan keluarga dan lain-lain. Hingga kemudian tanggal 21 Maret mulai tersa yang aneh tidak enak badan dan kepala pusing. Mulai saat itu dirinya berinisiatif untuk isolasi mandiri di rumah.

Tanggal 22 maret suhu tubuhnya mulai panas hingga mencapai 38.5 derajat celcius. Kemudian tanggal 24 Maret mulai tidak bisa tidur, badan terasa sakit, sesak nafas dan batuk.

“Kemudian saya ke dokter dan diberi obat batuk dan antibiotik. Namun hingga tanggal 26 menunjukan gejala yang sama namun suhu sudah tidak panas lagi. Tanggal 27 kakak saya melapor ke Puskesmas, kemudian tanggal 27 Maret petugas Puskesmas datang ke rumah menanyakan kondisi saya. Tanggal 1 Mei petugas Puskesmas datang lagi dan memberitahukan akan segera dilakasanakan rapid tes,” ungkapnya.

Tanggal 27 Maret sampai 7 April kondisi dirinya masih menunjukan gejala yang sama. Hingga akhirnya tanggal 8 April Indratno mengikuti rapid tes dan hasilnya menunjukkan reaktif Covid-19. Akhirnya pada tanggal 10 April dirinya dijemput ambulan ke gedung eks Akper Subang untuk menjalani isolasi sosial.

“Saya di tempatkan di salah satu ruangan. Pada hari itu sudah ada sekitar 14 orang disana untuk melakukan isolasi sosial. Ini dilakukan tanggal 11 sampai tanggal 20 April.  Di sana kami lebih senang karena banyak kegiatan yang membuat kami lebih semangat seperti  ada kegiatan senam aerobik. Di sana juga makan cukup 3 kali sehari,dalam 1 hari ada kunjungan dokter yang sangat membantu kami dan menanyakan keluhan kami. Kami di beri vitamin B komplek  dan Vitamin C. Kalau ada keluahan seperti batuk baru di aksi obat lainnya. Di sana kami merasa aman, tenang dan hepi ,” jelasnya.

“Selama di isolasi sosial saya gunakan waktu sebaik-baiknya untuk pribadi saya. Di luar kegiatan yang sudah diatur, saya gunakan untuk ibadah dan saya terapi dengan minum air hangat setiap 2 jam,” tambahnya.

Tanggal 13 April 2020 dirinya melakukan Swab Tes yang pertama hingga kemudian tanggal 20 April dirinya dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab. Karena dinyatakan postif Covid-19 dirinya kemudian masuk ke tahapan isolasi medis yang dilakukan di RSUD Subang. Di sana dirinya diberikan obat anti virus dan vitamin yang harus diminum 3 kali sehari. Dirinya ditempatkan di ruangan berukuran 2.5 x 2.5 meter lengkap dengan kamar mandi dan tempat tidur sendiri.

“Hari keempat di isolasi medis, siang hari setelah makan siang saya mulai rasakan ada rasa enek, hingga pukul 14.00 saya muntah. Nafsu makan jadi turun, badan lemas. Malam hari setelah jam 22.00 saya muntah-muntah lagi, lalu kemudian saya minta obat anti mual ke petugas. Alhamdulillah, reaksi cepat dari petugas sehingga saya tidak mual lagi sampai pagi,” ungkapnya.

Pada tanggal 24 April dirinya menjalani tes swab yang kedua kemudian terus menjalani isolasi medis sampai hasil Swab nya tersebut keluar. Selama diisolasi kecuali minum obat yang diberikan, dirinya melakukan  terapi minum air hangat setiap 2 jam sekali, olah raga dan meminum perasan jeruk lemon yang dicampur madu dan teh dalam air hangat.

“Untuk yang juga positif Covid-19 usahakan selama isolasi medis usahan tidak berbaur dengan yang lain, mendisiplinkan diri selaku di dalam ruangan, usahakan kita tidak punya fikiran negatif dan diisi dengan kegiatan agar tidak jenuh,” ujarnya.

Dirinya menjalani isolasi medis sampai 12 hari, hingga tanggal 2 Mei hasil Swab-nya yang kedua keluar dan hasilnya menyatakan negatif. Dia kemudian diperbolehkan pulang dan harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.  Dirinya bersyukur dengan ikhtiar dan doa bisa pulang lebih awal dibandingkan dengan yang lain. Selama isolasi mandiri di rumah, dia terus meminum obat yang dibekali dari Rumah sakit yaitu obat lambung, anti virus dan vitamin C.

Dengan pengalamnanya dia berpesan kepada warga sekitar dan semua masyarakat Subang agar tidak takut untuk menjalani rapid tes karena jika kita dinyatakan posistif rapid tes semua hal terkait perawatan sudah menjadi tanggungan pemerintah. Buat yang sduah dinyatakan positif harus punya kesadaran tinggi, disiplin tinggi untuk melakukan kegiatan yang dianjurkan tim medis baik saat isolasi sosial, isolasi medis dan isolasi di rumah. Semua perintah harus diikuti, jangan sampai obat yang diberikan dokter tidak diminum.

“Untuk seluruh masyarakat saya himbau tetap lakukan himbauan pemerintah. Stay at home, hanya keluar rumah jika penting.Tetap jaga jarak jika di luar rumah. Setiap kita melakukan kegiatan di luar rumah sebaiknya semua pakaian di rendam dan wajib cuci tangan sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan. Gunakan masker setiap keluar rumah karena kita tidak tahu orang yang kita temui kena Covid-19 atau tidak,” jelasnya.

Terakhir, dirinya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak terutama tenaga medis yang telah membantunya selama diisolasi di rumah sampai kepulangannya dari rumah sakit.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Puskesmas Cikalapa, kemudian tim dokter Dinas Kesehatan yang telah mengumpulkan kami di gedung Akper untuk isolasi sosial, kepada tim medis RSUD, kepada diskominfo yang meberikan fasilitas media ini. Kemudian kepada tim gugus Covid-19 yang dengan sigap dan cepat melakukan tindakan pada diri saya dan keluarga. Semua dikerjakan dengan lancar dan Alhamdulillah saya sudah sehat,” katanya.

“terima kasih juga kepada lingkungan warga RT 13 RW 14 BTN Ciheuleut dan juga jamaah Nurul Albab yang telh mensupport dan mendoakan saya hingga sembuh,” pungkasnya.