Audisi Penulis Muda Berbakat Subang 2013

Dik Doank Memberikan Motivasi Pada Para Peserta Audisi Penulis Muda Subang (20/10/2013)

Dik Doank Memberikan Motivasi Pada Para Peserta Audisi Penulis Muda Subang (20/10/2013)

Audisi Penulis Muda Berbakat Subang kembali digelar untuk kedua kalinya. Acara yang digelar atas gagasan penerbit TIga Maha ini mendapat respon yang cukup baik dari para remaja Subang. Hal itu dapat terlihat dari jumlah karya yang masuk ke meja panitia dan banyaknya peserta yang mengikuti acara puncak penyerahan hadiah yang di gelar di GOR Thahir STIESA, Minggu 20 Oktober 2013. Sekitar 200 orang menghadiri acara puncak yang digelar mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB sore tadi.

Menurut penggagas acara tersebut sekaligus pendiri Tiga Maha, Yanu Endar Parsetyo sebanyak 165 naskah dari beberapa kategori telah masuk ke meja panitia.

“Jumlah peserta tahun ini hampir sama dengan tahun lalu, hanya saja tahun ini materi naskahnya lebih beragam” kata Yanu.

Kategori yang dilombakan pada audisi penulis tahun ini adalah lomba menulis puisi, cerpen, artikel, surat untuk bupati Subang dan surat untuk menteri BUMN Dahlan Iskan.

Sebelum dilakukan pengumuman pemenang, panitia mengadakan Talkshow dengan mengundang beberapa narasumber. Oke Rosgana, creativepreuneur Subang yang juga dikenal sebagai Master Yoyo Nasional , kali ini didaulat untuk berbagi keahliannya menggambar dan membuat komik. Setelah itu giliran penulis novel nasional Achi TM untuk berbagi tips dan trik menulis novel. Menjelang tengah hari, giliran Hipnoterapis Kaka Suminta berbagi ilmu hipnotherapi kepada para peserta.

Musikalisasi Puisi

Musikalisasi Puisi Oleh Pemenang Audisi Penulis Muda 2012

Setelah jeda Shalat Dzuhur acara dilanjutkan dengan talkshow bersama artis nasional Dik Doank. Kali ini Dik Doank berbagi kesuksesannya mendirikan Kandank Jurang Doank dan memberikan motivasi kepada para peserta untuk tetap istiqomah pada cita-citanya menjadi penulis.

“Kalau kamu bercita-cita ingin menjadi penulis, maka kamu harus Istiqomah!” Dik Doank menegaskan.

Dik doank juga berpesan untuk menjadi penulis yang sukses, maka tulisannya harus selalui di dasari oleh cinta, terutama cinta kepada ibu.

“Penulis adalah seniman dan seniman itu pemimpin dan pemimpin itu tidak boleh memikirkan dirinya sendiri, tapi harus berbakti kepada orang lain, terutama kepada ibu,” katanya mengingatkan.

Acara ditutup dengan pengumuman dan pembagian hadiah lomba menulis. Redaktur Harian Tribun Jabar Hermawan Aksan yang merupakan salah satu juri acara tersebut didaulat untuk mengumumkan pemenang lomba. Berikut nama-nama pemenangnya :
Surat untuk bupati : 1. Meilani
Artikel  : 1. Ratifah Zahra
Puisi  : 1. Fajar Meyanti      2. N. Raden Novita Safitri      3. Risna Risnawati
Cerpen : 1. Rena Nuriana      2. Aji Sutiono      3. Rusmawati Kamrim

Hermawan Aksan mengatakan, acara seperti harus terus diadakan. Menurutnya, kegemaran menulis masyarakat Jawa Barat masih rendah. Hal itu terbukti dengan kurangnya hasil karya tulisan, seperti cerpen yang masuk ke meja redaksinya.

“ Justru yang banyak ngirim hasil karya tulisan seperti cerpen itu dari luar Jawa, ungkapnya.

Ia juga berharap untuk para penulis muda untuk tidak patah arang, meskipun tahun ini karyanya belum meraih penghargaan, tahun depan masih bisa mengikuti acara ini lagi, pungkasnya.

Pengumuman dan Pembagian Hadiah Audisi Penulis Subang

Pengumuman dan Pembagian Hadiah Audisi Penulis Subang