Zaman Kolonial Pusat Kota Subang Tampak Lebih Asri

Halaman Societeit (Wisma Karya) sekitar tahun 1936. Tampak patung Hofland menghadap ke arah selatan. Sebelah kanan adalah gedung kantor DPMPTSP sekarang.

KOTASUBANG.com, Subang – Pada tahun 1812 Dalam penguasaan Inggris di bawah kepemimpinan Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles, pemerintah Inggris menjual tanah-tanah untuk mengatasi krisis keuangan. Muntinghe dan J. Shrapnell pada tahun 1812 membeli tanah dan didaftarkan dengan nama Pamanoekan dan Tjiasemlanden (PnT Lands) yang luasnya merupakan luas Subang saat ini.

Akan tetapi Muntinghe kemudian menjual tanahnya kepada  J. Shrapnell dan Skelton. Selanjutnya pada tahun 1840 tanah tersebut dijual lagi kepada Hofland bersaudara hingga tahun 1858 Peter William Hofland menguasai seluruh tanah tersebut, hal ini berdasarkan pada peraturan pemerintah (Reggering Reglement).

Pada masa penguasaan Hofland P n T Land semakin berkembang menjadi perusahaan perkebunan yang maju. Pusat kota Subang saat ini merupakan pusat perkantoran perusahaan perkebunan sekaligus pusat pemerintahan ketika itu.

Kantor Pusat P n T Land (ex Subang Plaza Hotel) sekitar tahun 1940an
Jesse park, kemungkinan sebelah barat ex-Subang Plaza

Dalam sebuah peta kuno dapat diamati, di pusat kota Subang terdapat Kantor pusat perkebunan (ex-Subang Plaza Hotel), Rumah sakit (RS PTPN sekarang), Kantor pos (masih sama), Kantor Teknik (Satpol PP sekarang), kantor Wedana (DPMPTSP sekarang), Sekolah Eropa (SMPN 1 Subang) dan Sekolah Rakyat dan banyak lagi. (Menyimak Peta Subang Kuno Jaman P n T Land).

Melalui foto-foto kuno juga dapat dilihat pusat kota tampak asri dengan patung-patung, pepohonan dan halaman-halaman rumput yang luas. Di sebelah barat ex-hotel Subang Plaza saat ini jaman dulu merupakan taman kota yang indah.

Wisma Karya (Societiet) tahun 1931
Patung Hofland di halaman Societeit (wisma Karya) Tahun 1931

Wisma Karya dahulu bernama Company club atau Societiet merupakan tempat hiburan bangsa kolonial. Halamannya berupa rumput hijau yang luas. Sepeninggalnya PW Hofland,  tepat di depan gedung tersebut (perempatan Wisma Karya sekarang) didirikan patung PW Hofland sebagai bentuk penghargaan.

Sementara itu Alun-alun Subang saat ini ketika itu merupakan lapangan untuk latihan Golf. Sebelah utara alun-alun saat itu adalah Representative (Big) House, kediaman Hofland dan keturunannya meghadap pegunungan Subang selatan.

Big House, sebelum di hancurkan berlokasi di sebelah utara Alun-alun Subang
Sebuah gedung yang dihancurkan pada tahun 1947 di pusat kota Subang. Kemungkinan gedung Representative (Big House) yang berlokasi di utara Alun-alun Subang sebelum dihancurkan

Sebelah selatan alun-alun adalah Atelier atau pusat perbengkelan perkebunan. Dari sanalah  rel lori bermula. Rel ini menghubungkan Subang kota – Pamanukan – Sukamandi – Purwadadi atau sekitar 70  km.

Sayang saat ini tinggal segelintir bangunan saja yang tersisa di pusat kota Subang, sebagian besar sudah hancur dan sisanya menunggu roboh.

Tugu lampu satu tahun 1970-an