13 Orang Positif pada Rapid Test Tengah Diisolasi dan Segera Jalani Swab Test

Foto Ilustrasi. Bupati Subang H. Ruhimat tengah meninjau persiapan ruang isolasi di RSUD Subang awal Maret 2020 lalu

KOTASUBANG.com, Subang – Tiga belas orang yang dinyatakan positif dalam Rapid Test beberapa waktu lalu, kini tengah menjalani isolasi di Asrama Putri gedung eks Akper Subang di Jln.Brigjen Katamso Subang. Rencananya ke 13 orang yang terdiri dari 8 laki-laki dan 5 perempuan tersebut akan menjalani test Swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction) pada tanggal 13 April 2020 mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Gugus percepatan penanganan Covid-19 Bupati Subang melalui Kepala Dinas Kesehatan Subang dr.Nunung Syuhaeri MArs.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala, hari Senin mendatang semua yang ODP positif segera menjalani tes Swab di ruang Isolasi RSUD Subang. Dan kita berharap hasilnya negatif semua,”ungkap H.Nunung dalam konferensi terbatasnya kepada awak media.

Dari hasil tes Swab tersebut, baru kita akan mengetahui yang bersangkutan terpapar Covid-19 atau tidak. Karena, hasil rapid tes yang dilakukan sebelumnya hanya merupakan pemetaan penjaringan, bukan sebagai diagnosa pasti bahwa seseorang terkena Corona.

“Untuk hasil swab itu sesuai aturan paling lama itu 2-3 hari saja di laboratorium kesehatan Bandung. Tapi, karena banyak juga dari Kabupaten / kota yang lain melakukan tes Swab, maka hasil swab baru bisa diketahui sampai satu Minggu bahkan lebih,”jelasnya.

Dijelaskannya, setelah 13 ODP menjalani tes Swab, mereka tidak akan akan langsung dipulangkan ke rumahnya karena di khawatirkan mendapatkan penolakan dari warga di kampung halamannya. Alternatifnya, tim gugus tugas akan tetap mengisolasinya di gedung eks Akper dengan pengawasan tim medis.

“Sebenarnya mereka juga bisa diisolasi secara mandiri di masing-masing rumahnya. Tapi karena banyak warga yang ketakutan dan resah akhirnya kita mengambil sikap untuk mengisolasinya,”ungkapnya.

Ia menghimbau kepada unsur Muspika, Pemdes, hingga tingkat RT/RW untuk mengedukasi warganya agar tidak terjadi kepanikan perihal adanya hasil rapid tes tersebut.

“Mereka kan warga kita juga saudara kita jangan sampai dikucilkan bersama keluarganya. Justru harus kita pacu untuk tetap semangat menjalankan kehidupan,”ujarnya.

Seperti diketahui, Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika Anda sempat membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19.