Sejarah Penetapan 5 April Sebagai Hari Lahir Kabupaten Subang

Sebuah gedung yang dihancurkan pada tahun 1947 di pusat kota Subang. Kemungkinan gedung Representative (Big House) yang berlokasi di utara Alun-alun Subang sebelum dihancurkan

KOTASUBANG.com, Subang – Hari jadi Kabupaten Subang tinggal hitungan hari. Berdasarkan berbagai artikel sejarah, termasuk yang terdapat pada website resmi Kabupaten Subang, 5 April 1948 ditetapkan menjadi hari lahirnya Kabupaten ini. Dalam buku sejarah Subang terbitan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Subang dan buku Subang Dalam Dimensi Jaman tercatat penentuan hari jadi Subang tersebut merujuk pada sebuah rapat yang digelar pada tanggal tersebut di daerah Cimanggu, Desa Cimenteng, Kecamatan Cijambe.

Sebulan setelah diproklamirkan kemerdekaan RI tahun 1945 pasukan sekutu kembali mendarat di Indonesia, mereka ingin menguasai kembali Indonesia. Bangsa Indonesia, termasuk Subang yang waktu itu termasuk Karesidenan Jakarta berjuang habis-habisan untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diraih.

Tentara KNIL pada tahun 1947 di Subang
Pasukan tentara, kemungkinan pribumi rekrutan Belanda di satu jalan di Subang kemungkinan di pusat kota dengan rel Lori di sepanjang sisi jalan tahun 1947

Pada masa gerilya tahun 1946 Pemerintah Keresidenan Jakarta dipimpin Residen Kosasih Purwanegara dan wakilnya Mu’min berkedudukan di Subang. Kemudian pada tahun 1947 Belanda melancarkan Agresi Milter Belanda I. Tujuannya adalah merebut daerah-daerah perkebunan yang kaya dan daerah yang memiliki sumber daya alam.

Ketika pecah Agresi militer Belanda I tahun 1947 tersebut, Subang dibumi hanguskan pasukan perjuangan mundur ke hutan-hutan termasuk residen. Residen terpaksa berpindah-pindah hingga perbatasan Sumedang, kadang di Songgom, kadang di Surian, Cimanggu, dan Cimenteng.

Agreasi belanda I ini membuat pasukan-pasukan pejuang tersudut. Kemudian, pada tanggal 24 dan 25 Oktober 1947 residen melakukan rapat yang hasilnya membentuk pemerintahaan darurat yang dibagi menjadi Karawang Barat dan Karawang Timur dan dipimpin koordinator wilayah. Rapat juga memutuskan Residen Kosasih Purwanegara untuk berangkat ke Jakarta selanjutnya tugas residen dilaksanakan oleh wakil residen, Mu’min.

Kemudian pada tanggal 5 April 1948 kembali dilakukan rapat dimana dua wilayah tersebut ditetapkan menjadi Kabupaten Karawang Barat dan Kabupaten Karawang Timur serta penunjukkan Bupatinya. Wilayah Kabupaten Karawang Timur saat itu meliputi gabungan Wilayah Purwakarta dan Subang saat ini dengan pusat pemerintahan berada di Subang dan dipilih Danta Ganda Wikarma sebagai Bupati. Tanggal pembentukan Karawang Timur inilah yang kemudian dijadikan hari jadi Kabupaten Subang saat ini.

Penetapan nama Kabupaten Karawang Timur pada tanggal 5 April 1948 tersebut dijadikan momentum hari jadi Kabupaten Subang yang kemudian ditetapkan melalui Keputusan DPRD No. : 01/SK/DPRD/1977.

Namun faktanya pemisahan Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta baru terjadi tanggal  29 Juni 1968 berdasarkan Undang-undang nomor 4 tahun 1968 tentang pembentukan Kabupaten Subang dan Purwakarta.

Tugu Palagan Cikadu, Desa Ciakdu, Kecamatan Cijambe (2015)

Berdasarkan penelusuran KOTASUBANG.com tahun 2015 yang lalu, merupakan kontroversi terkait lokasi pertemuan hari ini, Kabupaten Subang ini, antara kampung Cimanggu, Desa Cimenteng dan Kampung Cikadu, Desa Cikadu.[baca juga: Di Kampung Inilah Sejarah Terbentuknya Kabupaten Subang Bermula ]

Menurut  Kepala Desa Cikadu (2015), sekitar tahun 2002 ketika Rohimat menjabat sebagai Bupati, para tokoh veteran termasuk yang berasal dari Cimanggu berembug dan hasilnya menunjukkan peristiwa bersejarah tersebut terjadi di kampung Cikadu, Desa Cikadu. Namun hal ini tentunya memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Di Cikadu pulalah terjadi pertempuran dan penembakan seorang pejuang oleh Belanda hingga gugur. Dari hasil berembug para veteran kemudian dibangunlah monumen di kampung Cikadu yang diberinama monumen Palagan Cikadu dan diresmikan oleh Bupati Rohimat 11 April 2003.