Tanjungsiang, Sentra Golok di Subang Sejak Ratusan Tahun Lalu

KOTASUBANG.com, Subang – Golok merupakan senjata tradisional yang umum ditemukan di Indonesia. Setiap daerah biasanya memiliki bentuk golok dengan kekhasannya masing-masing. Kabupaten Subang ternyata memiliki golok atau bedog yang khas, yaitu golok barlen dari Tanjungsiang. Disebut golok barlen karena terdapat hiasan berupa lilitan logam tipis pada warangka / sarangka golok yang disebut barlen. Selain menjadikan golok lebih gagah, barlen juga menjadikan golok lebih aman dan sarangka lebih kuat. (baca juga : Golok Barlen Khas Tanjung Siang, Sohor di Kota Tetangga)

Sentra pembuatan golok di Subang terdapat di desa Tanjungsiang, Kecamatan Tanjungsiang. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan daerah ini menjadi lokasi sentra pembuatan golok, namun diperkirakan sudah dari ratusan tahun yang lalu.

Hal ini diungkapkan Abah Dedeh yang merupakan salah seorang pandai atau pengrajin golok yang saat ini masih eksis di kampung Cibeureum, desa Tanjungsiang. Pria yang berusia sekitar 70 tahun ini adalah generasi ke-5 yang meneruskan usaha pembuatan golok dari para pendahulunya.

“Saat ini saya adalah generasi kelima yang masih membuat golok. Bisa dibayangkan sudah berapa lama warga di sini membuat golok. Kakek saya saja usianya sampai 90 tahun,” kata Abah Dedeh.

Dirinya menyayangkan, kini generasi setelahnya sudah hampir tidak ada lagi yang menjadi padai, yang menempa besi atau baja menjadi golok. Kalau pun ada para pemuda desa yang masih terlibat dalam usaha golok lebih memilih menjadi maranggi atau pembuat perah atau pegangan golok dan warangkanya.

“Mungkin sekarang pekerjaan menempa besi dianggap sebagai pekerjaan berat,” katanya.

Taufik, warga masyarakat kampung Cibeureum mengungkapkan saat ini di desa Tanjungsiang terdapat sekitar 20 gasoli atau tempat produksi pandai golok.

“Sedangkan warga desa yang bergantung dalam usaha golok ini mulai dari penyedia bahan baku, pandai, maranggi, hingga pemasaran ada sekitar 500an warga,” katanya.

Untuk mengenalkan kembali Tanjungsiang sebagai sentra produksi golok, dirinya pernah menginisiasi menyelenggarakan acara pemecahan rekor dunia golok terpanjang 27 September 2017 lalu. Rekor tersebut dicatatkan di Original Record Indonesia (ORI) sebagai golok terpanjang di dunia, dengan panjang golok 13.1 meter.  (baca juga : Pecahkan Rekor, Tanjungsiang Miliki Golok Terpanjang di Dunia).

Taufik mengungkapkan dirinya sebagai putra Tanjungsiang sangat bangga daerahnya menjadi sentra produksi golok dari jaman dahulu. Menurutnya dari usaha golok ini kemudian banyak diantaranya keturunan desa setempat yang menjadi pejabat hingga dokter.